Permudah Koordinasi Saat Bencana, BNPB Bantu Alat Komunikasi Untuk Mentawai

Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) akan memberikan bantuan alat komunikasi untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai . Alat tersebut untuk mempermudah koordinasi antar stakeholder saat bencana terjadi.

Kepala BNPB , Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan, bantuan alat komunikasi tersebut untuk mempermudah langkah pemerintah dalam melakukan penanganan ketika bencana.

baca juga: DPR Minta Pemda Proaktif Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung, BNPB Jangan Lupa Tupoksi

"Kita akui hal tersulit saat terjadi bencana ada koordinasi, makanya harus kita siapkan dari sekarang. Kami akan bantu alat komunikasi untuk Mentawai," katanya, Rabu 6 Februari 2019 saat berkunjung ke Kota Padang.

Untuk bantuan alat ini, sebut dia, akan disebarkan ke seluruh kecamatan yang ada di daerah kepulauan Provinsi Sumatera Barat itu.

baca juga: BNPB Verifikasi Usulan Rehab Rekon Pembangunan Jembatan di Agam

"Setiap kecamatan akan punya alat komunikasi untuk bencana. Tenda juga akan kita kirimkan," sebut Doni.

Kendati ada rencana pemberian bantuan, Doni tetap meminta pemerintah juga melakukan upaya mitigasi bencana secara rutin, mengingat Sumatersa Barat adalah salah satu daerah yang rawan bencana.

baca juga: Gugus Tugas: Kesadaran Masyarakat soal Bahaya Virus Corona Menurun

Langkah mitigasi ini menurut dia bisa membuat masyarakat terbiasa melakukan penanganan sejak dini dengan mengandalkan cara-cara yang mudah melekat dalam ingatan.

Salah satunya, kata dia adalah dengan penggunaan teknik tradisional untuk mendeteksi gempa. Doni menjelaskan, untuk gempa ini contohnya, masyarakat bisa saja menggunakan barang-barang yang bisa berbunyi saat gempa terjadi.

baca juga: Gugus Tugas COVID-19: Jika Sekolah Zona Kuning Dibuka, Satu Kelas Hanya 25 Persen Murid

Barang-barang yang dimaksud adalah seperti gelas yang diletakkan di atas piring, "Untuk itu perlu kesiapansiagaan bencana sebelum terjadi. Apalagi di Sumbar masyarakat sudah sejak dulu belajar dari alam," ujar dia.

Di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa, untuk meningkatkan pemahaman soal mitigasi bencana, masyarakat juga tidak harus melulu mengandalkan teknologi sebagai salah satu corong informasi.

"Gempa dan tsunami adalah kejadian alam yang tidak bisa ditentukan kapan akan terjadi, sehingga saat gempa ada tanda yang bisa dipedomani," papar Doni kemudian.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa