MUI Sumbar Pastikan Kunjungan Maruf Amin ke Sumbar Sebagai Cawapres

Maruf Amin
Maruf Amin (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) Buya Gusrizal Gazahar menegaskan, kedatangan Maruf Amin ke Sumbar sebagai Calon Wakil Presiden bukan sebagai Ketua umum MUI.

"KH Maruf Amin hadir di Sumbar sebagai Cawapres , bukan sebagai Ketum MUI. Itu yang kami ketahui," katanya Kamis, 7 Februari 2019.

baca juga: MUI Sumbar Membolehkan Salat Idulfitri Berjemaah, Ini Syaratnya

Ia menyebutkan, MUI tidak mempermasalahkan kedatangan Maruf Amin ke Ranah Minang. Dengan catatan, tidak membawa-bawa nama MUI Sumbar dalam kegiatan kunjungannya.

Baca Juga:  Ma’ruf Amin Optimis Bisa Menang di Sumbar, Ini Alasannya

baca juga: Suratnya ke Gubernur dan Kepala Daerah Beredar di Medsos, Ini Klarifikasi MUI Sumbar

Dari awal lanjut Buya, MUI Sumbar bersama MUI Kabupaten/Kota telah menerbitkan pernyataan pada tanggal 3 Oktober 2018 lalu.

Surat itu menegaskan, apapun sikap dan tindakan yang dilakukan Maruf Amin ke depan, yang berdampak buruk terhadap wibawa majelis dan marwah ulama adalah tanggungjawab pribadi bersangkutan kepada Allah SWT dan umat Islam. Serta tidak membebani majelis ulama sendiri.

baca juga: Surati Gubernur Terkait Tayangan Mimbar Agama, Ini Penjelasan Ketua MUI Sumbar

Baca Juga:  Jika Menang, Maruf Amin Pastikan Seluruh Warga Muslim di Sumbar Bisa Baca Al-Quran
Baca Juga:  Dikunjungi Maruf Amin , Bawaslu Padang Ingatkan UIN Imam Bonjol Soal Kampanye

"Jangan ada yang membawa-bawa majelis ulama dalam berbagai kegiatan beliau (Maruf)," tegas Gusrizal.

baca juga: Hari Ini Wapres Maruf Amin Terbang ke Jepang

Penegasan itu, terang Buya, diperuntukkan bagi yang datang bersama Maruf ataupun yang menunggu Cawapres tersebut di lokasi-lokasi agenda kegiatan.

"Ini Sumbar. MUI Sumbar sudah bersikap dengan jelas terkait dengan independensi MUI," pungkasnya kemudian.

Diketahui, selama di Sumbar, Maruf Amin melakukan kunjungan ke Kabupaten Limapuluh Kota, dan setelah itu menggelar diskusi ilmiah di kampus Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Jumat 8 Februari 2019 besok.

Soal kunjungannya ke salah satu kampus agama di Sumatera Barat itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang pun memberi peringatan pada pihak kampus untuk mewanti-wanti kegiatan kampanye.

Ketua Bawaslu Padang, Dorri Putra menyebut, jika terbukti maka tindakan tersebut masuk dalam kategori pidana.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa