Panama Papers: Mossack Fonseca Melayani Perusahaan Sepupu Assad

(Reuters.com)


KLIKPOSITIF - Perusahaan Sepupu Assad merupakan perusahaan yang disebut dalam Panama Papers untuk melayani pemerintahan Bashar Al-Assad terkait korupsi dalam rezim Suriah.

Dokumen itu menunjukkan hubungan Mossack Fonseca dengan Rami Makhlouf, sepupu Presiden Suriah yang dianggap sebagai "poster koruptor" oleh diplomatik Amerika.

baca juga: Besok, ICIJ Akan Publikasikan Database Raksasa Terkait Panama Papers

Dilansir dari laman The Guardian, Washington memberikan sanksi kepada Makhlouf pada bulan Februari 2008 lalu sebagai pengambil keuntungan dalam membantu korupsi pejabat Publik pada rezim Suriah tersebut.

Hal tersebut mendaftar hitamkan saudaranya Hafez Makhlouf pada tahun 2007 lalu. Dokumen-dokumen itu menunjukkan bahwa perusahaan Panama terus bekerjasama dengan Makhlouf.

baca juga: Bank Kanada Serahkan Nama-nama Klien Terkait Panama Papers Kepada Pemerintah

Pihaknya juga menolak saran dari tim kepatuhan mereka sendiri untuk memutuskan hubungan kerjasama dengan keluarga itu karena krisis di Suriah yang mulai terungkap.

Panama Papers mengungkapkan nama pengusaha terkait Presiden Suriah yang berinvestasi pada properti Inggris setelah namanya dicabut dari daftar hitam oleh Uni Eropa.

baca juga: Panama Papers Ungkap Pemilik Lukisan Rp327 Miliar

Dokumen itu menunjukkan bahwa petugas kepatuhan dari Mossack Fonseca menulis "Saya percaya jika seorang individu dari yang terkena sanksi maka ini adalah bendera merah yang serius dan kita harus berusaha untuk memisahkan diri dari mereka."

Meskipun Mossack Fonseca tidak terikat secara hukum untuk mematuhi sanksi Amerika, namun kewajiban untuk bereaksi terhadap langkah-langkah Uni Eropa yang ditetapkan pada Mei 2011 lalu. Hal itu menghabiskan waktu sejak September 2011 sebelum mitra akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan Makhlouf ini.

baca juga: PM Inggris Publikasikan Catatan Pajak Terkait Panama Papers

Pada sisi yang berbeda, dokumen itu mengungkapkan bahwa berkat lobi dengan bank Inggris, Makhlouf mampu melindungi rekening pada Bank Swiss-nya yang telah terbuka sepanjang terjadinya perang sipil selama lima tahun terakhir.

[Khadijah]

Penulis: Fitria Marlina