Ayam Pedaging di Sumbar Dilirik Investor Jepang

Ayam Pedaging yang dikembangkan Fakultas Peternakan Unand
Ayam Pedaging yang dikembangkan Fakultas Peternakan Unand (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kemudahan berinvestasi yang diberikan Pemprov Sumbar dan potensi berapa sektor yang dapat dikembangkan menarik hati investor Jepang yang tergabung dengan Kishi Group untuk melakukan penjajakan investasi di Sumatera Barat.

"Memang ada investor asal Jepang tengah ingin mengembangkan investasi di berbagai sektor di wilayah Sumbar . Kemarin, pihak Jepang tersebut telah bertemu Gubernur guna membahas hal tersebut," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar , Maswar Dedi, Selasa 12 Februari 2019.

baca juga: DPRD Sumbar Minta Pemprov Buat Aturan Khusus Terkait Pelaksanaan MTQ Saat Pandemi

Disebutkannya, investor tersebut kurang lebih sudah setahun belakangan berinvestasi di Sumbar dengan menggandeng pengusaha lokal. Yaitu, dalam sektor peternakan ayam. "Mereka sudah berinvestasi sektor peternakan di wilayah Padang Pariaman. Ada 50 ribu ekor ayam pedaging," katanya.

Dilanjutkan Dedi, investor tersebut tengah menyusun standar agar dapat diekspor ke Jepang . Sebab untuk di ekspor ke Jepang mesti melalui berapa proses. Apalagi, investor itu akan mengembangkan peternakannya baik itu lahan maupun jumlah ayam. "Mereka akan tambah ayam jadi 500 ribu ekor," katanya.

baca juga: Puluhan Pengendara Masih Melanggar Saat Operasi Zebra, Ini Imbauan Polres Tanah Datar

Selain peternakan , investor Jepang itu juga akan melakukan inveatasi dalam pengelolaan limbah medis. Sebab, saat ini pengelolaan limbah medis di Sumbar belum ada. Untuk tempat sedang dalam pencariaan, mana lokasi yang cocok. Kemudian, pengelolaan sampah, investor Jepang itu telah melakukan peninjauan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Payakumbuh.

"Jadi, mereka akan bawa teknologinya, bagaimana sampah ini dapat dikelola dengan cara daur ulang sehingga dapat menjadi energi," ulasnya.

baca juga: Satgas Bencana BUMN Sumbar Salurkan Puluhan Ribu Masker untuk Masyarakat

Disamping itu ungkap Dedi, pihak Jepang tersebut akan berinvestasi juga pada bidang perikanan. Terutama, pengelolaan ikan tuna sehingga dapat di ekspor ke Jepang . Lalu, ikan busuk akan dikelola dengan teknologi yang dimilikinya menjadi pakan ternak.

"Biasanya ikan busuk kita buang. Namun, mereka akan berinvestasi disana. Sebab, teknologi yang mereka miliki dapat mengubah ikan busuk itu menjadi pakan ternak," terangnya.

baca juga: Usung Program Kerakyatan, Masyarakat Pasar Gadang Pancung Soal Pessel Dukung Fakhrizal-Genius Umar Pimpin Sumbar

Dia berharap, penjajakan yang dilakukan investor Jepang ini sesuai dan mereka dapat segera berinvestasi di Sumbar dalam jumlah besar.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto