Kasus Pengeroyokan di Ponpes Nurul Ikhlas, Belasan Santri Diperiksa Polisi

Sejumlah santri sedang diperiksa di Mako Polres Padangpanjang
Sejumlah santri sedang diperiksa di Mako Polres Padangpanjang (Klikpositif)

PADANGPANJANG, KLIKPOSITIF --Sebanyak 17 santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas dipanggil penyidik Polres Padangpanjang terkait dugaan kasus pengeroyokan terhadap sesama santri. Belasan santri itu diperiksa penyidik, Rabu 13 Februari 2019.

Sejumlah santri didampingi wali santri saat menjalani pemeriksaan di Mako Polres Padangpanjang yang diduga terlibat pengeroyokan R (16)

baca juga: Safari Ramadan, Wabup Tampung Aspirasi Jemaah Masjid Istiqomah Nagari Simawang

W (16) salah satu satu santri yang diperiksa mengatakan, pemukulan berawal dari sejumlah peristiwa pencurian yang diduga dilakukan R di lingkungan asrama.

Aksi korban terkuak setelah salah satu santri menemukan memori HP-nya yang hilang dipakai santri lain. Saat ditanya, memori itu didapat dari R. Ketika itu, R mengakui perbuatannya dan memantik emosi santri lain yang juga kehilangan barang.

baca juga: Takziah ke Rumah Korban Kecelakaan Bus Gumarang Jaya, Ini Kata Bupati Tanah Datar

“Saat itu ada belasan santri yang mengaku kehilangan akhirnya menemui R. R mengakui perbuatannya dihadapan kami dan minta maaf atas perbuatannya,” sebut W pada wartawan.

Kemudian, belasan santri yang sudah terpancing emosi langsung meluapkan kekesalan dengan memukul R, Kamis 7 Februari 2019 sekitar pukul 22.00 WIB.

baca juga: Antisipasi Terjadinya Inflasi, Ini yang Dilakukan Pemko Padang Panjang

Tidak sampai disitu, informasi tersebut dengan cepat menyebar ke santri lain. Santri yang merasa kehilangan barang ikut menemui R. Jumat, R kembali dipukul sejumlah santri.

RK, santri lainnya mengungkapkan, persoalan tidak selesai sampai disitu. Dua malam berikutnya, R kembali dikeroyok.

baca juga: Pemko Padang Panjang Akan Pangkas Jalur Birokrasi

"R mengaku dan meminta maaf. Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB, R kembali dipukuli oleh santri lain hingga dilarikan ke RS M Jamil Padang," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Padangpanjang Iptu Kalbert Jonaidi mengatakan, pihaknya telah memanggil santri yang diduga terlibat pengeroyokan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kita masih mengumpulkan barang bukti dan minta keterangan sejumlah saksi," kata Kalbert.

Terpisah, salah seorang wali santri, Khairul Sholeh sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi karena kelalaian pihak ponpes yang beralamat di Penyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar -Sumbar.

"Pihak Ponpes harus bertanggungjawab sepenuhnya. Jika Ponpes lepas tangan saya akan pulangkan anak saya dan mencari ponpes yang lebih aman,” ancam Sholeh.

Sejumlah wali santri telah mendatangi pihak korban dan membezuk korban. Korban masih kritis dan menjalani perawatan intensif di RS M Jamil Padang. (rj)

Penulis: Rezka Delpiera