Divonis Hukuman Mati, Tujuh Bandar Narkoba Ini Ajukan Banding

ilustrasi barang bukti narkoba
ilustrasi barang bukti narkoba (net)

KLIKPOSITIF -- Tujuh dari sembilan bandar narkoba yang divonis hukuman mati oleh hakim Pengadilan Negeri Palembang, kompak mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi pada Rabu (13/2).

Kuasa hukum terdakwa dari Pos Bantuan Hukum PN Palembang, Wanidah mengatakan, tujuh terdakwa itu adalah Muhammad Nazwar Syamsu alias Letto (25) yang menjadi koordinator dari semua proses pengiriman narkoba , Trinil Sirna Prahara (21), Chandra Susanto (23), Hasanuddin (38), Andik Hermanto (24), Frandika Zulkifly (22) dan Faiz Rahmana Putra (23).

baca juga: Polisi Pasbar Blender 64,61 Gram Sabu

Sementara itu untuk dua terdakwa lainnya, yakni Shabda Sederdian (33) dan Ony Kurniawan (23) belum mengajukan banding . "Tujuh terdakwa ini ada yang menerima putusan hukuman mati , sehingga hari ini meminta saya mengajukan banding karena batas akhirnya Kamis (14/2)," katanya dikutip dari Suara.com, jaringan KLIKPOSITIF .

Dia mengatakan, para terdakwa ini beranggapan bahwa mereka sejatinya hanya korban rayuan dari bandar besar "Bang Kumis" yang hingga kini masih diburu polisi. Salah seorang terdakwa, Andik, menurut Wanidah menilai hukuman mati itu lebih pantas diberikan kepada bandar besar saja (Bang Kumis).

baca juga: Hendak Bertransaksi Dengan Calon Pembeli, Pengedar Sabu di Pasbar Dibekuk Polisi

Ternyata bukan hanya para terdakwa ini yang mengajukan banding , Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Palembang Satria juga menempuh langkah serupa. Upaya ini dilakukan agar jaksa tidak kehilangan hak untuk kasasi. "Kami juga harus ini mengajukan banding ," kata dia.

Sembilan pengedar narkoba divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang pada Kamis pekan lalu, setelah terbukti di persidangan mengedarkan narkoba di tiga lokasi, yakni Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Berdasarkan fakta persidangan, sindikat ini telah mengedarkan sabu seberat 80 kilogram sabu-sabu, sejak 12 Maret 2018 hingga 12 April 2018.

baca juga: Kapolri Nyatakan Polisi Terjerat Narkoba Harus Hukuman Mati

Sabu-sabu tersebut disebarkan ke sejumlah kota seperti Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Semarang, Surabaya dan Banjarmasin. Dalam proses pengiriman, sindikat ini melakukan sejumlah modus pengiriman yakni melalui udara dan darat. (*)

sumber: Suara.com

baca juga: Selundupkan Puluhan Paket Ganja Kering, Warga Sumatera Selatan Diringkus Polisi di Pasaman

Penulis: Agusmanto