Produksi Padi Kota Payakumbuh Capai 42 Ribu Ton

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF  -- Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh , Depi Sastra menyebut, produksi tanaman pangan di daerah tersebut, khususnya padi , cukup seimbang dengan jumlah penduduk. Dengan jumlah penduduk 136.901 jiwa, produksi padi daerah tersebut setiap tahunnya mencapai 43 ribu ton.

“Produksi kita dalam kondisi ketersediaan tanaman pangan cukup baik, padi 42 ribu ton. Jumlah tersebut bila dibandingkan dengan jumlah penduduk kita masih mencukupi,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh , Depi Sastra, saat ditemui di kantor Balai Kota Payakumbuh , Jumat 15 Februari 2019.

baca juga: Terganggu Pandemi COVID-19, Sejumlah Program Kejari Payakumbuh Harus Disesuaikan

Untuk meningkatkan produksi bahan pokok tersebut, selain memaksimalkan program-program pemerintah daerah terkait peningkatan produksi padi . Pihaknya juga memaksimalkan program nasional, yaitu upaya khusus peningkatan produksi padi , jagung, dan kedelai (pajale)

“Karena kedelai tidak sesuai dengan daerah kita, makanya kami fokus terhadap padi dan jagung,” ujar Depi.

baca juga: Kurban Rendang Perdana Dinilai Sukses, Wako Payakumbuh Targetkan Lebih Banyak Sapi Tahun Depan

Diakui Depi, sebagai daerah perkotaan yang tengah diserbu oleh munculnya perumahan-perumahan baru, Pemerintah Kota Payakumbuh tetap berupaya untuk mempertahankan lahan pertanian produktif untuk tidak beralih fungsi.

Dijelaskannya, terjadinya mutasi lahan dari lahan pertanian menjadi perumahan adalah suatu hal yang sulit untuk dihindari. Namun demikian, kebijakan pemerintah daerah menetapkan, lahan pertanian produktif tidak bisa dimutasikan.

baca juga: Ada yang Protes Terkait Diperpanjangnya Masa Belajar Siswa di Rumah, Ini Jawaban Wako Payakumbuh

“Untuk di Payakumbuh ketersediaan lahan pertanian kita masih cukup. Mutasi lahan mau tidak mau itu ada, tapi ada proses dan mekanisme yang harus dilalui,” katanya.

Dilanjutkannya, untuk lahan pertanian sawah yang bisa dialihkan fungsikan adalah sawah-sawah tadah hujan atau yang tidak lagi produktif.

baca juga: KPN Husada Syariah RSUD Adnaan WD Wakili Payakumbuh untuk Lomba Koperasi Tingkat Sumbar

“Kalau untuk sawah yang irigasi teknis tetap kita pertahankan. Kita punya kebijakan untuk lahan irigasi tetap dipertahankan dengan melahirkan suatu program kegiatan lahan pangan berkelanjutan,” tegasnya.

[Taufik Hidayat Kampai]

Penulis: Iwan R