Tantangan KPU, Pengamat: Debat Pilpres Kedua Jokowi Sebagai Presiden Bukan Calon

(Net)

PADANG, KLIKPOSITIF - Debat Pilpres putaran kedua yang berlangsung Minggu (17/2) malam mendapat tanggapan beragam. Kubu paslon 01 mengklaim Jokowi kaya data. Sedangkan kubu paslon 02 menyebut Prabowo lebih rileks.

Pengamat politik Sumatera Barat ( Sumbar ) dari Universitas Andalan (Unand), Najmudin Rasul menilai, pelaksanaan debat Pilpres kedua terkesan biasa dan tidak ada yang memukau dari kedua calon. Malah dalam debat Jokowi dinilai bertindak sebagai presiden bukan calon presiden.

baca juga: Tiga Dokter di Sumbar Gugur Selama Pandemi Covid-19

"Secara umum, debat biasa-biasa saja. Masyarakat tidak puas menonton debat. Ini tantangan bagi KPU ," kata Najmudin, Senin (18/2).

Sedangkan Prabowo bicara dan menanggapi dengan rencana yang akan dilakukan jika kelak memimpin Indonesia. Dari segi penampilan, sebagai petahana, Jokowi tampak kurang meyakinkan. Hal ini terlihat dari gestur kaku dan cara berkomunikasi yang kurang lepas.

baca juga: Tidak Hanya Bonus, Wagub Sumbar Janji Akan Berikan Posisi ASN Untuk Atlet Berprestasi

Akibatnya, data yang disampaikan justru keliru dari kenyataan. Seperti klaim Jokowi tentang tidak adanya kebakaran lahan sejak tiga tahun terakhir. "Soal sertifikat lahan. Jokowi terjebak hal praktis," katanya.

"Penampilan Prabowo meyakinkan, tapi bahasanya kurang tegas," pungkas doktor jebolan komunikasi Universitas Kebangsaan Malaysia itu. (Joni Abdul Kasir)

baca juga: DPRD Janji Akan Carikan Dana Tambahan Untuk Kontingen PON Sumbar yang Akan Berjuang di Papua

Penulis: Eko Fajri