Sentak Arts Festival Pukau Pecinta Seni di Agam

Salah satu penampil kesenian tradisi Tari Piring di Sentak Arts Festival.
Salah satu penampil kesenian tradisi Tari Piring di Sentak Arts Festival. (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Persatuan Pemuda Nagari Balai Gurah berhasil menghelat acara kompilasi pertunjukan kesenian bertajuk Sentak Art Festival (SAF), Sabtu (23/2) malam. Pertunjukan yang menghadirkan berbagai macam kesenian baik tradisional maupun kontemporer ini dilangsungkan di Lapangan Medan Nan Bapaneh Balai Mudiak, Jorong Koto Tuo, Nagari Balai Gurah, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam .

Semua penampil mempertunjukkan berbagai macam bentuk kesenian , mulai dari musik, performing art, tari, musikalisasi puisi dan teater anak serta berbagai kesenian tradisional seperti randai, saluang, rabab dan rabano dikia. Sebanyak 20 kelompok kesenian dan sanggar dari berbagai kabupaten/kota tampil dalam mengisi acara yang digelar pada malam hari itu.

baca juga: Pulang ka Rumah Gadang Bako Andre Rosiade Dianggap Berani karena Masih Keturunan Kamang

Diantaranya adalah Komunitas Maiank Balah dan Saraso Badunsanak dari Nagari Balai Gurah, Komunitas Kiek dari Sungai Landia, Komunitas Legusa Selatan dan Puti Ambang Bulan dari Payakumbuh, Tanah Ombak dari Padang, Sanggar Sataba dari Batusangkar, Sibirana dari Padang, Ganto Rang Sapuluah dan Saluang Rabab dari Nagari Lasi, Kampuang Ijuak dari Nagari Simalonggang, Randai Alam Minang dari Nagari Salo dan BSTM dari Padang.

Penonton yang hadir pada malam itu terlihat sangat terhibur. Bahkan, sebagian dari mereka betah bertahan hingga jam 03.00 pagi, karena pertunjukan yang paling dinanti yaitu parade 100 tambue tasa khusus ditampilkan di bagian akhir acara.

baca juga: KPU Agam Temukan 2.705 Surat Suara Rusak

Ketua Pelaksana Sentak Art Festival (SAF) 2019, Fandi Pratama menuturkan bahwa tujuan diadakan SAF adalah untuk mengakomodir potensi masyarakat yang ada, khususnya di bidang kesenian . Kegiatan SAF ini perdana dilaksanakan dengan harapan ide-ide kreatif yang ada di tengah masyarakat dapat ditampung dan diaplikasikan dalam bentuk riilnya.

"Lebih jauh lagi, kita berharap dengan adanya kegiatan semacam ini kita bisa merangkul semua generasi muda dan menghilangkan gap-gap yang mungkin saja selama ini ada di antara Anak Nagari," tegas Fandi.

baca juga: Komit Wujudkan KLA, Pemkab Agam Kembangkan Kawasan Ibu Kota Ramah Anak dan Lingkungan

Alumni Ilmu Sastra Daerah Minangkabau Universitas Andalas ini juga menambahkan bahwa kegiatan ini murni swadaya pemuda Nagari Balai Gurah dibantu donatur-donatur dari rantau.

“Saya mewakili segenap panitia menghaturkan rasa hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pemuda Balai Gurah, donatur-donatur acara yang tak bisa disebutkan satu persatu serta kepada seluruh komunitas dan sanggar yang tampil pada malam ini yang telah tampil dengan luar biasa walau tidak menerima bayaran sepersen pun. Ini adalah murni swadaya namun kita tetap bisa berbuat yang luar biasa," ujar Fandi.

baca juga: Tim dari KPK Kunjungi Agam, Ini yang Dilakukan

“Kita ingin tahun depan bisa melaksanakan festival lagi dengan konsep acara yang lebih besar lagi yang tidak hanya terbatas pada penampilan seni namun juga pada publikasi kreatifitas yang bersumber dari pemberdayaan masyarakat yang bisa berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat," harap Fandi.

Salah seorang pengisi acara, Alfi Syukri yang merupakan bagian dari penampil 100 Tambue Tasa, mengatakan bahwa SAF memiliki banyak manfaat baik dari unsur kesenian maupun sosialnya. “Kami latihan bersama-sama, menghabiskan banyak waktu bersama, rasanya seperti dapat 'dunsanak' baru dan tentunya kami sangat bahagia karena bisa menghibur masyarakat dengan seni tradisional yang kami tampilkan," sebutnya.

Alfi juga berharap SAF bisa menjadi inspirasi munculnya kegiatan-kegiatan yang sama di berbagai nagari di Minangkabau, sehingga komunitas dan sanggar keseninan yang ada mendapat tempat dan ruang untuk menampilkan karya mereka. (*)

Penulis: Agusmanto