"Ecobrick" Solusi Mengurangi Sampah Plastik

Siswa SDN 19 Santur, Sawahlunto Membuat Tong Sampah dari Ecobrick
Siswa SDN 19 Santur, Sawahlunto Membuat Tong Sampah dari Ecobrick (KLIKPOSITIF/ Muhammad Haikal)

SAWAHLUNTO , KLIKPOSITIF -- Puluhan siswa dari sekolah Adiwiyata Kota Sawahlunto mengikuti lomba membuat 'ecobrick' atau bata ramah lingkungan yang terbuat dari sampah plastik.

Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kota Sawahlunto , Irwan mengatakan, lomba tersebut diadakan dalam rangka memperingati hari peduli sampah nasional.

baca juga: Ekonomi RI Diklaim Sudah Lewati Masa Kritis

"Mengapa siswa yang kita ajak terlibat dalam pembuatan ecobrick?. Ini merupakan salah satu bentuk mengajak sejak dini dalam pengelolaan sampah plastik dan memberikan pengajaran untuk membuat karya dari sampah agar bernilai lebih," katanya di Hall PT. Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin Sawahlunto , Kamis 28 Februari 2019.

Selain itu, lanjut Irwan, perang terhadap sampah plastik sangat penting karena untuk mengurai sendiri bisa memerlukan waktu ratusan tahun. "Setiap harinya masyarakat Sawahlunto mengahasilkan 32 ton sampah , hampir semuanya didominasi sampah plastik," lanjutnya.

baca juga: Nilai Bukan Delik Aduan, FPI: Jika Polisi Profesional Harusnya Tangkap Pengancam Rizieq

Untuk itu, pihaknya mengajak untuk bersama memerangi sampah plastik dengan pembuatan ecobrick yang membutuhkan sampah plastik dalam jumlah banyak. "Ecobrick ini cara paling mudah untuk dilakukan dan banyak menyerap sampah plastik," tambahnya.

Salah seorang peserta, Lingga Mahardika, siswa Sekolah Dasar Negeri 19 Santur, mengatakan, ia dan rekannya membuat 3 tempat sampah dari ecobrick.

baca juga: Anggota Moge Keroyok TNI, PN Bukittinggi Vonis BS 3 Bulan Penjara

"Memanfaatkan sampah plastik yang tidak terpakai di rumah yang mudah ditemukan. Sebelumnya, botol-botol plastik itu telah diisi sampah plastik berukuran kecil agar lebih padat," katanya. (Haikal)

Penulis: Eko Fajri