Korban Gempa Solok Selatan Butuh Bantuan dan Trauma Healing

Dampak Gempa di Kabupaten Solok Selatan
Dampak Gempa di Kabupaten Solok Selatan (Ist)

PADANG ARO, KLIKPOSITIF -- Pasca gempa yang mengakibatkan banyaknya rumah warga yang mengalami kerusakan di Kabupaten Solok Selatan , Wali Nagari Taliban Maju, Suwardi mengatakan saat ini yang dibutuhkan warga selain Tenda, selimut dan bahan makanan adalah Trauma Healing (mengatasi rasa trauma)

"Karena kondisi musim hujan, masyarakat butuh tenda dan selimut, serta bahan makanan, namun yang paling penting adalah menghilangkan trauma masyarakat tersebut," kata Suwardi, Jumat (1/3).

baca juga: 16 Paket Besar Ganja Kering Disita, Empat Pelaku Dibekuk di Pasbar

Sementara itu, Asisten II bidang pembangunan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan , Efli Rahmat mengatakan sampai Jumat pagi (3/1) masyarakat yang terdampak gempa didaerah itu masih membutuhkan bantuan.

"Bantuan telah mulai berdatangan salah satunya dari TRC Semen Padang berupa genset dan tenda, untuk bantuan tenaga hari ini mulai bergerak membantu korban Personil dari TNI kodim 0309, Yonif 131 dan relawan," kata Efli.

baca juga: Pelajaran Sejarah Tidak Lagi Wajib?, Wakil Ketua MPR Sarankan Nadiem Makarim Kembali Belajar

Ia menambahkan, untuk bantuan tenaga kita arahkan untuk pembersihan rumah warga dari material yang mengancam keselamatan jiwa mereka. Pembersihan ini dibutuhkan untuk memberikan rasa nyaman bagi masyarakat terutama pada malam hari.

"Semalam (Kamis malam) 90 persen masyarakat di daerah Sangir Balai Janggo tidur diluar rumah karena takut reruntuhan bangunan", ungkapnya.

baca juga: Ini Pengakuan Ibu Pelaku Penusakan Syekh Ali Jaber Tentang Kondisi Anaknya

Semehubungan dengan itu, salah satu tim yang turun membantu korban gempa di Solok Selatan , TRC Semen Padang, melalui anggotanya Daski Wandi mengatakan hari ini tim kedua TRC Semen Padang akan datang ke lokasi membawa bantuan yang dibutuhkan masyarakat.

"Kami telah melihat kondisi pada siang dan malam hari hasil mitigasi tersebut telah kami laporkan ke manajemen"ungkapnya. Untuk kondisi dilapangan imbuhnya sangat memprihatikan masyarakat tidur ditenda seadanya karena tidak berani tidur didalam rumah.

baca juga: Keppres Piala Dunia U-20 Terbit, Ini Langkah Menpora

"Rumah disini jika di lihat sepintas tidak ada kerusakan berarti namun ketika di intip kedalam kondisinya sangat parah, sehingga jangankan untuk tidur untuk mengambil bahan makanan dan air bersih pun masyarakat tidak berani"pungkasnya.

Penulis: Eko Fajri