Ini Pengakuan Atlet Panahan PON Diduga Terlibat Aksi Jambret di Padang

Penangkapan atlet panahan diduga terlibat aksi jambret di Padang
Penangkapan atlet panahan diduga terlibat aksi jambret di Padang (Ist)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Atlet panahan Sumatera Barat yang dibekuk tim opsnal Satreskrim Polresta Padang pada Kamis 28 Februari 2019, Febriandi Tomas (19) mengaku menjambret karena tuntutan hidup.

"Saya seperti ini sejak orang tua saya meninggal dunia dan saya sangat terpukul," ujarnya saat diwawancara KLIKPOSITIF .com.

baca juga: Pedagang Prediksi Harga Telur di Pasar Raya Padang Akan Melambung Pekan Depan, Kok Bisa?

Ia mengatakan bahwa dirinya melakukan tindakan yang menentang hukum tersebut untuk memenuhi kebutuhannya.

"Awalnya saya diajak oleh teman untuk menjambret dan saya sering diajak sebagai pengendara sepeda motor," lanjutnya.

baca juga: Padang Rawan Gempa, Diskominfo Usulkan Ini Kepada BPBD

Lelaki yang pernah berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 lalu itu mengaku dirinya menjambret di beberapa daerah di Kota Padang .

"Saya menjambret dengan memanfaatkan kelengahan orang yang menggunakan handpon miliknya," sambungnya.

baca juga: Ada Ruang Layanan Konsultasi Hukum di DPMPTSP Sumbar

Ia mengatakan bahwa dirinya akan mendekati korbannya dan temannya yang berbonceng akan langsung merampas handpon milik korbannya.

"Setelah itu tugas saya hanya melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor yang saya kendarai," sambungnya.

baca juga: Pasokan Ikan Berkurang di Pasar Raya Padang, Harga Tetap Stabil

Dalam dunia olahraga Sumatera Barat, ia mengaku pernah memiliki prestasi dalam cabang panahan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

"Kalau panahan, saya ikut PON pada tahun 2016 dan tidak mendapatkan medali," lanjutnya.

Ia hanya memperoleh medali perak pada ajang Porprov tahun 2014 sebagai ajang penjaringan atlet untuk diadu di PON.

"Pada saat Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pra PON saya mendapatkan medali perak, tapi saat PON tidak lagi," lanjutnya.

Saat ini, semua harapannya dan mimpi serta kerja kerasnya hanya terkubur di balik jeruji besi akibat perbuatannya yang menantang hukum .

"Saya sangat menyesal melakukannya dan saya tidak akan mengulanginya lagi nanti kalau sudah bebas," tutupnya. [Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri