Mengintip Aksi Para Pencari Bada di Danau Maninjau

Bada Danau Maninjau.
Bada Danau Maninjau. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

MANINJAU, KLIKPOSITIF  -- Danau Maninjau tidak hanya terkenal dengan rinuak ( Ikan endemik danau Maninjau) saja, tapi juga memiliki spesies lain yakni bada. Sepintas bentuk bada sangat mirip dengan ikan bilih Danau Singkarak, bahkan ukurannya pun hampir sama.

Sama dengan rinuak, bada juga muncul ketika air danau sudah mulai bersih. Namun sangat jauh berbeda cara mendapatkannya. Jik menangkap rinuak dengan menggunakan tangguk dari waring, sementara menangkap bada menggunakan bagan (kapal kecil).

baca juga: Gubernur Sumbar: Sampah Salingka Danau Maninjau Perlu Dikelola Agar Tidak Merusak Pariwisata

Sutan Munsur (38), warga Koto Kaciek, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam yang keseharian menjadi nelayan bada menerangkan, bagan digunakan sebagai alat penangkapan rinuak dibuat dengan menggunakan bambu yang disusun sehingga membentuk segi empat dan terapung di tengah danau.

Pada bagan diberikan alat tangkap berupa waring. Cara kerjanya, di bagan di pasang lampu listrik yang dialiri menggunakan kabel, sehingga di malam hari Bada berkumpul, sementara waring menunggu dibawah.

baca juga: Penyelamatan Danau Maninjau, Pemerintah Prioritaskan Angkat Keramba Tak Bertuan

"Ketika sudah banyak (biasanya subuh baru waring ditarik menggunakan katrol sehingga bada terperangkap dalam waring," terangnya, Minggu 3 Maret 2019.

Dilanjutkannya, beberapa bulan belakangan tangkapan cukup banyak bisa dapat 10 Kilogram perhari dengan harga jual Rp30.000 per Kilogram kalau dijual basah, berbeda dengan bada kering harga akan lebih mahal.

baca juga: Pasokan Ikan Berkurang di Pasar Raya Padang, Harga Tetap Stabil

"Kami sudah biasa jual segar, kalau kering lebih mahal lagi tapi butuh waktu," ujarnya.

Senada dengan Sutan Mansur, Ahmad Fitra mengatakan, menangkap bada dimanfaatkan masyarakat menjadi pekerjaan sampingan sambil mengelola keramba.

baca juga: Menko Kemaritiman Desak Pemprov Sumbar Bulan Ini Mulai Revitalisasi Danau Maninjau

"Kebetulan sekarang lagi musim rinuak dan bada, yang punya bagan menangkap bada dan yang tidak punya cukup mencari rinuak di pagi hari," jelasnya.

Menurutnya, Danau Maninjau banyak memberikan manfaat kepada masyarakat setempat dari sisi ekonomi. Banyak masyarakat yang masih menggantungkan hidup dari hasil danau.

"Kami berharap danau selalu bersih dan terjaga sehingga danau bisa mensejahteran masyarakat," harapnya.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto