BKKBN dan Komisi IX Ajak Emak-Emak Zaman Now di Pasaman Jadi Pelopor Dua Anak Cukup

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal (baju hijau) saat menghadiri acara sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bersama Mitra Kerja - Orang Tua Hebat Zaman Now
Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal (baju hijau) saat menghadiri acara sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bersama Mitra Kerja - Orang Tua Hebat Zaman Now (Ist)

PASAMAN , KLIKPOSITIF - Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk nomor empat terbanyak setelah Amerika Serikat, dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa.

Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia melalui BKKBN yang didukung Komisi IX DPR RI, akan terus berusaha untuk mengendalikan jumlah penduduk, supaya angka penduduk di Indonesia dapat ditekan.

baca juga: DPR: Polri Harus Usut Oknum Imigrasi yang Bantu Djoko Tjandra

Hal itu disampaikannya saat Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bersama Mitra Kerja - Orang Tua Hebat Zaman Now yang ditaja BkkbN di Lubuk Sikpaing, Pasaman , Provinsi Sumbar, Sabtu, 2 Maret 2018.

Acara Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bersama Mitra Kerja itu, dihadiri ratusan orang tua atau emak-emak di Pasaman , perwakilan BkkbN Provinsi Sumbar, dan sejumlah SKPD terkait di lingkungan Kabupaten Pasaman .

baca juga: KSPI Geruduk Gedung DPR, Omnibus Seperti Drakula Bagi Buruh dan Rakyat

Iqbal mengatakan, jumlah penduduk Indonesia saat ini sudah mencapai 260 juta jiwa, dan jumlah tersebut perlu ditekan dan dikendalikan, supaya pada masa yang akan datang, lahir banyak generasi yang berkualitas dan punya daya saing yang tinggi.

Untuk itu, Anggota DPR RI asal Sumbar ini pun berharap agar orang tua di Pasaman yang menghadiri acara sosialisasi ini, ke depan harus menjadi orang tua zaman now, dan juga dapat menjadi pelopor dua anak cukup di keluarga maupun di lingkungan tempat tinggalnya.

baca juga: Sebut RUU Cipta Kerja Dibahas Diam-diam, KSP Bakal Aksi di Gedung DPR

"Jadi saya harap, para orang tua yang menghadiri sosialisasi ini, mari bersama-sama mejadi pelopor dua anak cukup dengan memberikan pemahaman kepada keluarga dan lingkungannya, supaya pengendalian jumlah penduduk terwujud," ujar Iqbal.

Jika jumlah penduduk tidak bisa dikendalikan melalui dua anak cukup yang selama ini terus disosialisasikan oleh BkkbN, lanjut Iqbal, maka akan berdampak kepada buruknya ekonomi, kesehatan dan pendidikan masyarakat.

baca juga: Berhasil Cokok Djoko Tjandra, DPR Sebut Ini Tugas Polisi Selanjutnya

Pasalnya, dengan jumlah anak lebih dari dua, maka para orang tua, khususnya yang berpenghasilan rendah, tentu akan kesulitan untuk mewujudkan masa depan yang cerah bagi anak-anaknya.

"Memang agama tidak melarang punya anak lebih dari dua, tapi pemerintah menyarankan dan menganjurkan, bahwa dua anak cukup. Menurut penelitian, kalau anak dua, orang tua bisa memberikan perhatian dan pendidikan yang lebh baik kepada anaknya," beber Iqbal.

"Kemudian dengan dua anak cukup, maka anak-anak kita bisa mejadi generasi mandiri dan membagakan keluarganya, saudaranya, dan diharapkan bisa menjadi pemimpin di masa akan datang," imbuhynya.

Iqbal menambahkan di samping kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bersama Mitra Kerja - Orang Tua Hebat Zaman Now yang digelar di Lubuk Sikaping ini, Komisi IX bersama BKKBN juga mensosialisasikan program Generasi Remaja (GenRe).

Melalui program GenRe ini, para orang tua juga diharapkan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anaknya untuk tidak menikah di usia dini, dan mendorong para pelajar setingkat SMA untuk terus menggapai cita-citanya dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Proram GenRe dari BKKBN ini Sasarannya pelajar setingkat SMA. Melalui program ini, BKKBN mengajak agar para pelajar tidak menikah di usia dini, dan meminta agar orang tua, mendukung anak-anaknya untuk menggapai cita-citanya sebelum mantap untuk menikah," pungkasnya.(*)

Penulis: Riki Suardi