Betti Shadiq Ajak Orangtua Maksimalkan Pengasuhan Anak pada 1000 HPK

Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigoe
Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigoe (ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF -  BKKBN menggelar kegiatan sosialisasi, advokasi, dan KIE program KKBPK bersama Mitra Kerja Tahun 2019, di Jorong Kubang Landai, Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar , Provinsi Sumbar, Sabtu, 2 Maret 2018

Pada acara sosialisasi yang dhadiri ratusan warga Saruaso itu, turut hadir anggota DPR RI dari Sumbar, yaitu Betti Shadiq Pasadigoe. Bahkan, kedatangan mantan Ketua PKK Tanah Datar itu, disambut para emak-emak yang menjadi peserta kegiatan sosialisasi yang ditaja BKKBN tersebut.

baca juga: 13 Orang Positif COVID-19 di Tanah Datar, 7 Warga Lintau Buo

Selain Betti, pada kegiatan sosialisasi bertabur hadiah doorprize berupa sepeda dan sejumlah hadiah menarik lainnya itu, juga hadir perwakilan dari BKKBN , serta SKPD terkait di lingkungan Kabupaten Tanah Datar , dan pejabat Pemerintahan Nagari Saruaso.

Betti Shadiq dalam sambutannya mengatakan program KB penting bagi masa depan anak. Oleh sebab itu, kepada peserta sosialisasi yang didominasi kaum perempuan, Betti pun menyarankan agar pasangan suami-istri mengedepankan program KB untuk mengatur jarak kelahiran anak.

baca juga: Triwulan I, Ini Jumlah Kasus Diungkap Polres Tanah Datar

Baca: BkkbN dan Komisi IX Ajak Emak-Emak Zaman Now di Pasaman Jadi Pelopor Dua Anak Cukup

Kemudian di samping itu, Betti juga menyarankan agar para orangtua cukup punya anak dua, agar dapat lebih produktif untuk mempersiapkan masa depan anaknya, sehingga anaknya kelak dapat menjadi generasi penerus bangsa yang bermartabat dan berdaya saing.

baca juga: DPR Minta Polisi Dalami Penyuplai Sejata Api ke KKB

Selain itu, pada kesempatan tersebut, Betti juga menuturkan tentang pencegahan, perawatan dan pengasuhan bagi 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Menurutnya, masa 1000 HPK merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia.

"Masa 1000 HPK adalah masa proses tumbuh kembang seorang anak dimulai. Masa ini dihitung sejak pembuahan sampai usia sekitar 2 bulan. Selama masa ini, orangtua memiliki peranan penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang maksimal dan berkualitas, sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak, sehingga dapat meminimalisir akibat stunting," katanya.

baca juga: Tambah Empat Orang Lansia Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, Pemkab Ajak Warga Bersedia di Vaksin

Saat ini, terang Betti, masalah stunting sudah menjadi masalah serius di Indonesia, dan sosialisasi yang dilakukan hari ini, menurutnya, merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi akibat stunting.

"Untuk itu kepada paraorang tua, marilah memberikan perhatian yang maksimal pada masa 1000 HPK pada anak, karena orangtua merupakan ujung tombak pengasuhan anak," pungkas mantan karyawan PT Semen Padang yang pernah menjabat sebagai Direktur Dana Pensiun itu.(*)

Penulis: Riki