Air PDAM Payakumbuh Hasil Uji Coba SPAM Keruh, Ini Penjelasan Kadis PUPR

Pengujian SPAM melalui proses WTP
Pengujian SPAM melalui proses WTP (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Uji coba Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) melalui Water Treatment Processing (WTP) Tanjung Pauh memunculkan keluhan dari pelanggan PDAM Payakumbuh, hal itu karena air olahan yang dihasilkan justru dalam kondisi keruh dan dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi banyaknya keluhan dari pelanggan PDAM terkait kondisi air yang keruh tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh , Muslim mengakui pada saat uji coba SPAM yang dilakukan, Selasa (12/3) tesebut, memang air dihasilkan masih keruh. Namun, hal itu terjadi bukan karena kualitas air olahannya, melainkan karena endapan lumpur yang menempel di pipa saluran air akibat terpaan pompa bertekanan tinggi pada saat uji coba SPAM WTP.

baca juga: Diikuti 64 Pasang Ganda Putra, Turnamen Bulu Tangkis PHBN-PB Batas Dibuka Wali Kota Payakumbuh

"Ini karena sedang uji coba dengan pompa bertekanan tinggi, sehingga lumpur yang mengendap di dasar pipa terangkat, sehingga mengalir sampai ke rumah warga," kata Muslim, Rabu (13/3).

Diterangkannya, pihak PUPR bersama PDAM memang sengaja melakukan uji coba alirkan air dengan pompa bertekanan tinggi untuk sekaligus membersihkan pipa dari endapan lumpur selama proses pembangunan.

baca juga: Terganggu Pandemi COVID-19, Sejumlah Program Kejari Payakumbuh Harus Disesuaikan

"Dengan pompa bertekanan tinggi, lumpurnya akan hanyut dan dalam hitungan jam air akan bersih kembali. Jadi mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," jelas Muslim.

Terkait kondisi air Batang Agam yang merupakan sumber air utama SPAM, Muslim menyebut dalam proses uji coba kondisinya cukup bagus, sehingga diyakini bisa memenuhi kebutahan air pelanggan PDAM Payakumbuh nantinya. Meski demikian, pihaknya belum bisa langsung mengoperasionalkan karena masih menunggu penyerahan dari Kementerian PUPR.

baca juga: Kurban Rendang Perdana Dinilai Sukses, Wako Payakumbuh Targetkan Lebih Banyak Sapi Tahun Depan

"Sesuai pembicaraaan dengan pihak kementerian, mereka tengah siapkan surat untuk pengelolaan terlebih dulu, setelah itu baru serah terima dan pengolahan air bersih lewat WTP bisa kita operasionalkan," ulasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat