Kapal Tenggelam, Lima WNA Dilaporkan Hilang

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Musibah kecelakaan laut di Perairan Selatan Ambon, Maluku menyebabkan lima warga negara asing (WNA) hilang. Kecelakaan laut tersebut dialami KM Merisa yang melakukan perjalanan dari Pelabuhan Tulehu menuju Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah.

Kepala Kantor Basarnas Ambon Muslimin menginformasikan kecelakaan laut yang menenggelamkan KM Merisa terjadi karena mesin kapal mati.

baca juga: Beda Dari Biasa, Ini Rekomendasi Lomba HUT RI 17 Agustus di Masa Pandemi

"KM Mersia rute Tulehu tujuan Pulau Banda (Malteng) mengalami mati mesin di Selatan Pulau Ambon dan kami baru menerima informasi hari ini sekitar pukul 07:15 WIT dari pegawai Syahbandar Tulehu bernama Hamok," katanya, Kamis (14/3/2019) dilansir dari Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com dari Antara.

Untuk melakukan penyelamatan dan pencarian, regu penyelamat dari Kantor SAR Ambon dikerahkan menggunakan kapal KN SAR 235 Abimanyu.

baca juga: Ini Cara Cetak Kartu Ujian SKB Bagi CPNS

Dari informasi yang disampaikan, lima WNA yang berada dalam KM Merisa adalah Jean Claude Phillipe, asal Belanda, Marinda Edison asal Phlipina, Mohammed Hasasan asal Qatar, Edwin Josse Bisslik asal Qatar, dan Antoni Albet Aubrey dari Republic Of Seychelles.

Selain lima WNA tersebut, di atas kapal tersebut ada seorang pemandu wisata bernama Andi Nasir Hamadin dan delapan Anak Buah Kapal antara lain Sadi Rudin, Andi Dasri, Fritwan Kekenusa, Sulaiman Amir, Shaq Harfendy, Abdul Ghani, M Sating, dan Junaidi.

baca juga: Diminta Gerindra Jadi Capres di Pilpres 2024, Ini Jawab Prabowo

Menurut Muslimin, KM Mersia dilaporkan angkat jangkar dari Pelabuhan Tulehu, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon) Kabupaten Maluku Tengah pada Rabu, (13/13) pukul 19.00 WIT dan bertolak menuju Pulau Banda.

Namun di tengah perjalanan, kapal tersebut menggalami mati mesin, tepatnya di sekitar Perairan Selatan Ambon.

baca juga: Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka Hari Ini, Ini Cara Daftarnya

Dari kabar terakhir Muslimin mengemukakan kondisi cuaca di lokasi pencarian saat ini terjadi hujan ringan dengan kecepatan angin dari arah barat laut antara 3 - 25 knots serta ketinggian gelombang antara 0,25 hingga dua meter.

Dari informasi terakhir yang diperoleh Muslimin, KM Mersia sudah tenggelam dan sekitar pukul 07.10 WIT seluruh awak dan penumpang meninggalkan kapal dan mereka sekrang berada di diatas Life Craft dan masih bisa berkomunikasi dengan agen kapal di Bali. (*)

Penulis: Eko Fajri