Teror di Selandia Baru, DPR: Tantangan Bagi Intelijen

Polisi Selandia Baru mengamankan lokasi teror di Masjid An-Nur, Christchurc pekan lalu
Polisi Selandia Baru mengamankan lokasi teror di Masjid An-Nur, Christchurc pekan lalu (Net)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Anggota Komisi I DPR RI Darizal Basir menilai aksi teror yang terjadi di Selandia Baru beberapa hari yang lalu merupakan tantangan berat bagi intelijen .

Menurut dia, aksi teror yang dilakukan di Masjid An-Nur, Christchuch tersebut menuntut intelijen  harus memahami benar niat dan akar sesungguhnya dari aksi terorisme yang ada.

baca juga: Banggar DPR RI Dukung Obat dan Vaksin COVID-19 Produk Dalam Negeri

Melihat latar belakang pelaku penembakan di Selandia Baru tersebut, menurutnya bukan orang terbelakang, kurang pendidikan atau kelompok tertindas.

Dengan begitu, ia menyebut paradigma lama yang mencap aksi terorisme sebagai sebuah ketidakberdayaan, frustrasi, berkembang subur dalam kemiskinan, anarki dan kebodohan harus diubah.

baca juga: BIN Kini Tak Lagi di Bawah Koordinasi Kemenko Polhukam

Mantan Anggota Panitia Khusus RUU Tindak Pidana Terorisme ini menjelaskan gambaran seperti itu sesungguhnya merupakan bentuk dari keputusasaan dalam mencoba mencari tahu dan memahami akar permasalahan terorisme.

Pandangan salah itu menyebabkan kurangnya perhatian pada faktor peran organisasi dalam membangun jaringan terorisme.

baca juga: Ketua Komisi I DPR RI Ajak Wartawan Peduli Keselamatan Diri saat Wabah COVID-19

Dalam pernyataan resminya Darizal mengatakan, dengan menangkap dan mengeksekusi para pelaku teror tidak akan menyelesaikan masalah. Penjara tidak akan pernah mampu menghentikan radikalisme yang mereka miliki.

"Bahkan kematian sekalipun tidak akan menghentikan ancaman teror , sebaliknya justru akan mengundang simpati dan memunculkan dukungan pada mereka. Kita lihat di berbagai media para teroris yang telah dihukum mati justru disambut layaknya seorang pahlawan," katanya.

baca juga: Rapid Test Corona DPR dan Keluarga, Amnesti International Sebut Ada Kelompok yang Lebih Rentan

Selain itu, politisi dapil Sumatera Barat I tersebut mengingatkan bahwa aksi terorisme tidak mengenal tempat, baik itu negara yang tengah kacau atau negara yang sangat damai sekalipun. Hal itu terjadi karena akar terorisme sangat beragam dan komplek.

"Tidak mudah mengatasi kejahatan terorisme. Terorisme tidak akan pernah bisa ditaklukkan hingga kita paham betul sumber masalahnya. Apa yang terjadi di Selandia Baru , dapat juga terjadi di tempat lain, termasuk Indonesia," jelas dia kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa