Kunjungi Istano Basa Pagaruyung, AHY Ingin Rasakan Hal Ini

AHY berpakaian adat di Istano Basa Pagaruyung
AHY berpakaian adat di Istano Basa Pagaruyung (KLIKPOSITIF/ Irfan Taufik)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF -- Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut Istano Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar , Sumatera Barat, sebagai warisan kebudayaan yang luar biasa.

"Saya sangat bahagia berada disini, bangunan yang sangat bersejarah, memiliki kemegahan dan warisan kebuadayaan yang mulia dan luar biasa," kata AHY di Istano Basa Pagaruyung, Rabu 20 Maret 2019.

baca juga: Soal Vaksinasi Dosis Ketiga, Ini Kata Tenaga Kesehatan

Putra Presiden RI keenam ini mengharapkan Istano Basa Pagaruyung sebagai warisan kebudayaan harus dipelihara sampai kapanpun.

AHY menuturkan meskipun dulu rumah gadang ini pernah terjadi kebakaran akibat petir, namun bisa dibangun kembali pada 2013 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

baca juga: Ternyata Tak Perlu Sertifikat Vaksin untuk Urus Dokumen Kependudukan

"Saya tentu juga ingin merasakan apa yang dialami oleh Bapak SBY dan Ibu Ani ketika berkunjung kesini dulu," katanya mengenang waktu kunjungan orangtuanya dulu.

Ia merasa menjadi orang Minangkabau ketika memakai pakaian adat di Istano Basa Pagaruyung dan mengharapkan hal ini dapat diterima sebagai keluarga besar masyarakat Sumatera Barat.

baca juga: Pemerintah Tetapkan Standar Kelulusan CPNS 2021, Ini Info Lengkapnya

Sementara itu, Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Eka Putra mengharapkan kedatangan AHY ke Luhak Nan Tuo dapat menambah semangat para kader dan simpatisan partai dalam merebut hati rakyat dalam memenangkan pesta demokrasi Pemilu 2019.

Agenda AHY di Tanah Datar , pertama mengunjungi objek wisata Istano Basa Pagaruyung, kemudian silaturahmi kader di rumah Ketua DPC, dan pertemuan kader dan simpatisan di Gedung Nasional Maharajo Dirajo Batusangkar. (irfan taufik)

baca juga: RS Hampir Penuh, Luhut Minta Pemda DIY Tingkatkan Kapasitas Tempat Tidur

Penulis: Eko Fajri