Pemilu 2019, KPU Solok Terget 77,5 Persen Partisipasi Pemilih

Komisioner KPU Kabupaten Solok, Jons Manedi melakukan sosialisasi pada masyarakat.
Komisioner KPU Kabupaten Solok, Jons Manedi melakukan sosialisasi pada masyarakat. (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok menargetkan peningkatan partisipasi pemilih dalam pemilihan umum serentak pada 17 April mendatang.

"Sesuai Renstra KPU-RI, Kita target partisipasi masyarakat Kabupaten Solok mencapai 77,5 persen pada pemilu serentak nanti," sebut Komisioner KPU Kabupaten Solok , Jons Manedi, Rabu (20/3).

baca juga: Pemkab Solok Jadikan Pariwisata Pilar Ekonomi Masyarakat

Jumlah itu, menurutnya, akan sangat mungkin dicapai karena dengan pelaksanaan Pemilu yang dilakukan serentak mulai dari DPRD Kabupaten hingga pemilihan presiden. Bahkan bisa lebih.

Kendati demikian, KPU Kabupaten Solok tetap menggencarkan sosialisasi di tengah masyarakat dengan memanfaatkan berbagai momen dan media. Baik melalui media massa, media sosial maupun secara langsung.

baca juga: Tolak Dinyatakan TMS, Iriadi : Tanding Jalan Kaki Dari Solok ke Padang Saya Sanggup

Pihaknya berharap, segenap tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, pemuda dan unsur lainnya untuk mengajak masyarakat menyampaikan suaranya dalam pemilu yang tinggal hitungan hari.

Pemilu menjadi bentuk kedaulatan rakyat untuk menentukan wakilnya, mulai dari DPRD kabupatan/kota, DPRD Provinsi, DPRD-RI, termasuk DPD dan Presiden.

baca juga: KPU Kabupaten Solok Tetapkan Nomor Urut Paslon Peserta Pilkada 2020

Dibandingkan dengan pesta demokrasi pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2014 lalu, tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Solok baru mencapai sekitar 70 persen.

Disisi lain, Bupati Solok H. Gusmal juga menghimbau masyarakat untuk lebih bijak menyikapi berbagai isu dan informasi yang belum jelas kebenarannya. Apalagi, saat ini tengah dalam masa kampanye.

baca juga: Pasangan Iriadi - Agus Syahdeman Ajukan Gugatan ke Bawaslu Kabupaten Solok

"Mari sikapi informasi yang beredar dengan bijak, apalagi yang tidak jelas sumbernya. Jangan lekas percaya dan terpengaruh serta ikut menyebarkan," sebut Gusmal.

(Syafriadi Puma)

Penulis: Rezka Delpiera