Lindungi Warga, BPBD Sumbar Gelar Sekolah Aman Bencana

Sekolah aman bencana angkatan 1 yang digelar BPBD Sumbar di Padang
Sekolah aman bencana angkatan 1 yang digelar BPBD Sumbar di Padang (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Bencana yang mengancam warga sekolah turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ( Pemprov Sumbar ) belakangan ini. Untuk itu, bimbingan teknis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) digencarkan. Tujuannya untuk memberikan perlindungan kepada siswa, guru dan masyarakat sekolah dari ancaman dan dampak bencana.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, saat ini kewenangan SMA sederajat berada di provinsi, pelatihan secara bertahap kepala sekolah dan aparatur BPBD kabupaten/kota terus dilakukan

baca juga: Peringatan HUT RI ke-76 tahun, Gubernur Sumbar Ajak Pasang Bendera Merah Putih Sebulan Penuh

Dampak bencana meliputi semua aspek kehidupan manusia baik moril maupun materil. Termasuk sarana pendidikan, sehingga proses belajar mengajar juga terganggu dan menimbulkan korban jiwa terhadap peserta didik.

“Pelajar adalah aset bangsa, generasi penerus bangsa. Itulah kenapa pentingnya penerapan sekolah sekolah atau satuan pendidikan lainnya yang tangguh dalam menghadapi resiko bencana kita sosialisasikan,” jelasnya, Kamis, 21 Maret 2019.

baca juga: Sebanyak 4.328 Civitas Hospitalia M Djamil Padang Tuntas Divaksin Booster Ketiga

Tujuannya agar para siswa dan warga sekolah tidak panik saat bencana, tapi mereka lebih siap terhadap bencana yang terjadi di darat dan laut. Sebab tak hanya gempa bumi, tsunami, bencana alam berupa banjir dan longsor, serta bencana lainnya juga rawan terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Erman Rahman menyampaikan, kegiatan bimbingan teknis yang diikuti guru, kepala sekolah dan BPBD kabupaten/kota pada tahun 2019 dilaksanakan dua angakatan. Untuk angkatan I, 19 hingga 21 Maret, dan angkatan II, 8 sampai 10 April nanti.

baca juga: Pemprov Minta Tambahan Obat, Ventilator dan Vaksin ke Pemerintah Pusat

“Kegiatan Bimtek yang telah dilakukan sejak 2018 ini. Kita berharap dapat membangun budaya siaga bencana dalam pengurangan resiko bencana di sekolah. Dengan terbangunnya ketahanan dalam menghadapi bencana oleh warga sekolah secara terencana, terpadu dan terkoordinasi dengan memamfaatan sumber daya, untuk mengurangi ancaman dan dampak bencana,” terangnya.

Ia menambahkan, pada bimbingan teknis ini juga diberikan keterampilan teknis kepada guru untuk menjadi fasilitator di sekolah menuju satuan pendidikan aman bencana. Bagaimana dalam menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah.

baca juga: Tim Survei HBN 2021 Telusuri Lokasi Sejarah PDRI

“Kami juga berharap para peserta yang hadir dapat memberikan rekomendasi kepada pihak terkait tentang kondisi struktur bangunan sekolah, dan nantinya bisa mengembangkan program satuan pendidikan aman bencana di sekolah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir