Tingkatkan Produktivitas Petani Lokal, Bulog Sumbar Kembangkan Mitra Usaha Tani

Petani Pesisir Selatan Panen Raya
Petani Pesisir Selatan Panen Raya (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sumbar mengungkapkan, akan mengembangkan program 'on farm' atau usaha tani. Sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan pasokan beras produksi petani lokal.

On farm adalah kegiatan usaha budidaya komiditi padi, kedelai, jagung, cabe merah, bawang merah dan komoditi lainnya yang potensial yang dilakukan oleh perum Bulog dengan menggunakan pola mandiri, kemitraan, dan sinergi.

baca juga: Distanhorbun Pessel Ajak Petani Ikut AUTP, Kenapa?

"Saat ini program on farm sudah dimulai di Pesisir Selatan, bekerjasama dengan TNI. Selanjutnya akan dikembangkan di Solok dan Bukittinggi," kata Kepala Bulog Divre Sumbar, Muhamad Anwar, Selasa, 26 Maret 2019.

Pemberdayaan petani dilakukan melalui kemitraan on farm mandiri yaitu, dalam usaha peningkatan stok perum Bulog akan dilakukan kegiatan usaha tani yang didanai dan dikelola oleh perum Bulog di lahan milik sendiri dan lahan sewa milik pihak lain. Selanjutnya, pemberdayaan petani dilakukan melalui on farm kemitraan. 

baca juga: Petani Menjerit Harga Cabe Dijual Murah, Cabe Kering Dapat Dijadikan Alternatif

"Yaitu kegiatan kerjasama usaha tani antara perum Bulog dan mitra kerja on farm, dengan kewajiban perum Bulog memberikan paket pinjaman Saprodi, dan kewajiban mitra kerja on farm membayar kembali setelah panen," kata Anwar.

Kemudian, kata Anwar, pemberdayaan petani dilakukan melalui on farm sinergi yakni, kegiatan kerja sama usaha tani antara perum Bulog, mitra kerja on farm, dan pihak perbankan atau distributor saprodi, dengan kewajiban perbankan menyediakan pembiayaan usaha tani atau distributor saprodi menyediakan saprodi, dengan jaminan dari mitra kerja on farm, dan perum Bulog dapat membeli hasil panennya.

baca juga: Perantau Sudah Mudik Dilarang Merantau Lagi, Gubernur: Bertani Saja di Kampung!

Ke depan, lanjut Anwar, program on farm yang akan dilakukan adalah dengan peningkatan peran perum Bulog tidak hanya sebagai off taker hasil on farm. Namun juga menjadi avalis pembiayaan oleh pihak perbankan serta pengawalan dan pengawasan bersama denga pihak Kementan atau Dinas Pertanian dan TNI dari awal proses tanam hingga masuk sebagai gabah atau beras pengadaan perum Bulog.

"Saat ini luas lahan untuk program on farm di Pesisir Selatan sekitar 1,5 hektare dengan hasil produksi mencapai 6 ton perhektare. Produksi itu kemungkinan masih bisa ditingkatkan dengan teknologi dan dukungan tenaga ahli dari Bulog pusat," ujar Anwar.

baca juga: Bulog Sumbar Akan Ganti Beras Bantuan Pemerintah yang Rusak di Pessel

Anwar berharap, program ini dapat melepaskan dari para 'lindah darat' yang selama ini banyak mengikat petani di daerah-daerah, termasuk di wilayah Sumbar. Menurut dia, banyak petani yang selama ini terpaksa menjual gabah dan berasnya kepada para oknum rentenir karena sebelumnya mereka sudah mendapatkan bantuan.

"Makanya melalui program on farm yang akan dikembangkan di setiap daerah, paling tidak secara perlahan-lahan bisa membantu petani untuk lepas dari cengkeraman rentenir," pungkas Anwar. (*) 

Penulis: Joni Abdul Kasir