Fenomena Aneh Danau Diateh Solok, Masyarakat Takut Menangkap Ikan

Air Danau Diateh Berubah warna dan berbau
Air Danau Diateh Berubah warna dan berbau (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Masyarakat Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok resah lantaran adanya fenomena perubahan warna dan aroma air Danau Diateh sejak dua bulan terakhir.

Air yang biasanya jernih dan tidak berbau mengalami perubahan warna menjadi keruh dan dan berbau agak amis. Akibatnya, warga tidak bisa memanfaatkan air.

baca juga: Antisipasi Kejahatan saat Pandemi, Polres Solok Intensifkan Patroli

"Sudah sejak dua bulan terakhir, air menjadi keruh dan berbau," ungkap tokoh pemuda Alahan Panjang, Edward Djamil, Rabu (27/3).

Fenomena yang tidak biasa ini membuat masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian di Danau Diateh terpaksa mengurungkan niat untuk menangkap ikan karena takut ikan tercemar akibat perubahan warna dan bau air.

baca juga: Simpan Sabu di Kamar, Pemuda Asal Selayo Diciduk Polisi

Pria yang juga ketua LPMN Nagari Alahan Panjang itu mengaku juga telah melaporkan fenomena ini ke berbagai pihak untuk ditindak lanjuti.

"Kami minta pada pemerintah daerah dan pihak terkait untuk membantu mengetahui penyebab dan tentunya bagaimana solusi kedepannya sebab banyak masyarakat kami yang menggantungkan hidup di Danau Diateh ," harap Edward.

baca juga: Besok, KPU Kabupaten Solok Mulai Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

Hingga kini belum diketahui penyebab pasti munculnya fenomena tersebut. Namun setidaknya, selain berdampak bagi nelayan juga berakibat terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Karena memang selama ini, Danau Diateh merupakan sumber air PDAM, akibatnya perusahaan daerah itu terpaksa menghentikan pasokan air dari sumber Danau Diateh .

baca juga: Harimau Sumatera Kembali Masuk Perangkap BKSDA di Solok

Kepala Unit PDAM Alahan Panjang, Zul T menyebutkan sedikitnya ada sekitar 500 pelanggan yang mendapat aliran air dari sumber Danau Diateh .

“karena air dinilai tidak layak konsumsi, sejak beberapa hari terakhir kami terpaksa memutus pasokan air," sebutnya.

Diakui Zul T, pihaknya telah mencoba untuk melakukan penyulingan, namun tetap saja air masih keruh dan berbau sehingga tidak layak untuk konsumsi.

Disisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok , Abdul Manan mengaku sudah menginstruksikan bawahannya untuk mengadakan pengecekan langsung ke lokasi Danau DiAteh.Dirinya juga telah melaporkan ke LH provinsi guna penelitian.

(Syafriadi Puma) 

Penulis: Rezka Delpiera