Pessel Dapat Hibah Dua Unit Armada dari Jepang, Bantu Tanggap Darurat Bencana

Dua unik kendaraan yang merupakan hibah Jepang bagi Pemkab Pessel
Dua unik kendaraan yang merupakan hibah Jepang bagi Pemkab Pessel (Ist)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menerima hibah dua unit armada penunjung tugas pemadam kebarakan dari Jepang. Satu unit mobil ambulans dan satunya lagi mobil pengakut personel dan peralatan.

Kepala Dinas Damkar dan Pol PP Pesisir Selatan, Dailipal mengatakan, hibah tersebut merupakan hasil dari usulan Pemkab Pessel ke Kemendagri. Dari Kemendagri memfasiltasi ke Pemerintah Jepan.

baca juga: Ketua Bawaslu Pessel Sebut Anggota Legislatif Tanpa Surat Izin Dilarang Ikut Kampanye Paslon

"Tentu kita patut bersyukur dengan adanya bantuan armada ini. Kita memang butuh tambahan armada untuk tanggap bencana kebakaran," sebut Dailipal kepada KLIKPOSITIF .

Dua unit mobil hibah ini sampai di Pesisir Selatan pada Selasa 26 Maret 2019. Mobil ini sampai dengan kondisi siap pakai dan dinyatakan laik untuk digunakan.

baca juga: Sulitnya Membuka Jalan Baru di Kampung Dilan Pessel

"Keduanya datang dengan baik, dan alhamdulillah sudah siap pakai. Dan tak perlu ada modifikasi lagi," jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya bantuan armada tersebut, pihaknya optimis bisa untuk mengoptimalkan kerja dengan baik lagi. Sebab, dua unit mobil tersebut merupakan armada yang dibutuhkan dalam beroperasi.

baca juga: Polres Pessel Siapkan Tim Pemburu Pelanggar Protokol COVID, Bagi yang Tak Pakai Masker Bakal Ditindak

"Kita berharap dengan adanya bantuan ini, optimal kerja lebih meningkat. Selama ini yang terkendala di kita anggota bergelantungan, sekarang sudah tidak lagi karena ada mobil khusus," terangnya.

Lanjutnya, diperkirakan dua unit armada yang diterima tersebut senilai Rp1,5 miliar. Sebab, diperkirakan satu unit mobil tersebut berkisaran dari harga Rp700 juta hingga Rp800 juta per unit. (Kiki Julnasri)

baca juga: Kebakaran di Gedung Kejagung, Komisi III ke Kapolri: Siapa Pembakarnya Pak?

Penulis: Eko Fajri