Stafsus Menteri PUPR Pastikan Proyek APBN Dikerjakan Tenaga Kerja Lokal

Staf Khusus Menteri PUPR Firdaus Ali
Staf Khusus Menteri PUPR Firdaus Ali (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Staf Khusus Menteri PUPR Firdaus Ali menyatakan proyek yang bersumber dari APBN dan APBD dikerjakan oleh tenaga kerja lokal. Tenaga Kerja Asing ( TKA ) dilibatkan hanya pada bagian atau proyek tertentu seperti investasi dari luar negeri.

"Jumlah TKA di Indonesia hari ini hanya 1,01 persen. Kalah jauh dibandingkan 2,8 juta tenaga kerja Indonesia yang tersebar di luar negeri. Jangan percaya kalau TKA akan menyerbu Indonesia, ada aturannya untuk TKA itu, ayo bicara data jangan percaya hoaks," katanya, Kamis, 28 Maret 2019.

baca juga: Komisi III DPR Harap Tutup Pintu Masuk TKA Tanpa Pandang Bulu

Dijelaskan Firdaus Ali, pemerintah tidak mungkin serta merta menyetop habis TKA . Apalagi, sudah diatur undang - undang membolehkan TKA dengan ketentuan yang berlaku. Keterlibatan TKA kebanyakan jika proyek tersebut memang dari investasi luar negeri.

"Logikanya, saya punya uang, mau buat proyek. Kan bebas saya mau kerjakan karyawan siapa saja. Tapi itu dibatasi limit. Inilah gunanya sertifikasi tenaga kontruksi untuk bisa bersaing kualitas dengan TKA ," katanya.

baca juga: Wagub Sumbar Serahkan Proposal Rehab Rekon Bencana ke BNPB

Agar pekerjaan lokal tidak kalah bersaing dengan TKA perlu dilakukan sertifikasi pekerja kontruksi menjadi modal utama untuk bersaing dengan TKA . "Makanya kami dorong tenaga kontruksi kita sertifikasi agar bisa bersaing," ungkapnya.

Firdaus Ali juga menanggapi soal upaya menggaransi pekerja kontruksi dengan sertifikasi tersebut bagian dari kampanye Pilpres. Menurutnya, jangan semua perkara dikait-kaitkan dan dicurigai dengan isu Pilpres.

baca juga: TKA Masuk RI, Ketua DPR: Pemerintah Harus Peka

Menurutnya, negeri ini tidak akan bangkit jika terus-terusan dibangun dengan fikiran negatif. Apalagi, sampai termakan berita hoax. Apalagi, pembangunan ini sudah lama dilakukan dan bukan tahun-tahun ini saja.

"Kami (pemerintah) sedang bekerja, jangan curigai seperti itu. Saya akademisi, harus objektif. Mari berfikir positif. Jangan percaya hoax," pinta Firdaus.(*)

baca juga: Dapat Dana dari Kementerian PUPR, 9 Desa di Pariaman Jadi Sasaran Kegiatan Padat Karya

Penulis: Joni Abdul Kasir