Pupuk Indonesia Sebut OTT KPK Terkait Jasa Angkut Amoniak, Bukan Pupuk

Kantor PT Pupuk Indonesia (Persero).
Kantor PT Pupuk Indonesia (Persero). ()

KLIKPOSITIF -- Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana menegaskan, bahwa Pupuk Indonesia tidak menjalin kerjasama dengan PT HTK yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) pada Rabu (27/3/2019) lalu.

Sesuai dengan keterangan KPK , perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia yang bergerak di bidang bisnis logistik dan perkapalan, yaitu Pupuk Indonesia Logistik dan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.

baca juga: 165 Ribu Wisman Kunjungi Indonesia Sepanjang Agustus 2020, BPS: Bukan Liburan

“Bentuk kerjasamanya pun yakni meliputi perjanjian sewa kapal, dan kapal yang digunakan juga adalah pengangkut amoniak dan barang lainnya, jadi bukan untuk distribusi pupuk ," kata Wijaya dalam keterangan persnya, Jumat (29/3/2019).

Pupuk Indonesia pun menjamin bahwa peristiwa tersebut tidak akan mengganggu kinerja perusahaan, termasuk kegiatan distribusi pupuk .

baca juga: DPR Dorong KLHK Selesaikan Target Penetapan Kawasan Hutan

“Kegiatan Distribusi Pupuk , khususnya pupuk bersubsidi tidak terganggu dengan adanya peristiwa ini," tegas Wijaya.

Untuk diketahui, KPK menyita sejumlah uang dalam bentuk pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat dalam operasi tangkap tangan direksi BUMN dalam kasus suap.

baca juga: Dirikan Partai Ummat, PAN: Amien Rais Sudah Bukan Keluarga Besar Kami

Dalam OTT tersebut diamankan sebanyak tujuh orang yang terdiri dari unsur direksi BUMN dan pihak swasta.

"Ada uang juga yang diamankan sebagai barang bukti oleh tim, dalam pecahan mata uang rupiah, dolar Amerika," kata Juru Bicara KPK , Febri Diansyah di Gedung KPK , Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

baca juga: Komisi IX DPR Dukung Percepatan Pengembangan Industri farmasi dan Alkes

Terkait hal tersebut PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai holding company memberikan pernyataan tertulisnya. Berikut petikannya.

Sehubungan dengan pemberitaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada hari Rabu, 27 Maret 2019. Dalam kerangka asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK , berikut beberapa hal yang dapat kami sampaikan:

1. Pupuk Indonesia merasakan keprihatinan yang mendalam atas kasus ini, karena saat ini Pupuk Indonesia tengah gencar melakukan penguatan internal dan perbaikan kinerja Perseroan dengan mengedepankan profesionalisme dan good corporate governance di segala bidang serta praktik manajemen yang bebas dari segala konflik kepentingan.

2. Manajemen Pupuk Indonesia menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku dan mendukung upaya-upaya pemberantasan korupsi serta bersikap kooperatif kepada KPK .

3. Manajemen Pupuk Indonesia memastikan bahwa proses hukum yang sedang berlangsung ini, tidak akan menganggu program kerja dan pencapaian target perusahaan.

4. Tidak ada satupun kebijakan Perusahaan yang mendukung adanya praktek-praktek yang tidak sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). (*)

Sumber: Suara.com

Penulis: Eko Fajri