BKKBN Ajak Warga Dharmasraya Manfaatkan Program KB untuk Penguatan Ekonomi Keluarga

Anggota Komisi IX DPR RI Sumbar, Suir Syam, saat menjadi pemateri Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK di Kecamatan Tiumang, Dharmasraya.
Anggota Komisi IX DPR RI Sumbar, Suir Syam, saat menjadi pemateri Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK di Kecamatan Tiumang, Dharmasraya. (ist)

DHARMASRAYA , KLIKPOSITIF - Program Keluarga Berencana (KB) yang terus disosialisasikan BKKBN , merupakan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

Program ini dirancang, juga menjadi upaya untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. bahkan program ini telah dianggap masyarakat dunia sebagai program yang berhasil menurunkan angka kelahiran yang bermakna.

baca juga: Komisi III Minta Kejaksaan Agung Tingkatkan Pengawasan Internal

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Syahrudin menuturkan bahwa tujuan dari program KB bukan hanya dilakukan untuk menekan jumlah kelahiran bayi. Lebih jelasnya, tujuan KB terbagi menjadi dua bagian, yaitu umum dan khusus. Untuk umum. katanya, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera).

"Program KB ini menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk," kata Syahrudin saat Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra yang digelar di Lagam Jaya 1, Nagari Sipangkur, Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya , Jumat, 29 Maret 2019.

baca juga: Pro Kontra Warnai Pembahasan RUU Cipta Kerja Terkait Ketenagakerjaan

Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK yang digelar di Nagari Sipangkur itu, merupakan bagian dari roadshow antara BKKBN dan Komisi IX DPR RI yang digelar di 18 kabupaten dan kota di Sumbar. dalam sosialisasi itu, panitia juga menyediakan games-games menarik dengan hadiah sepeda, tv, kompor gas, magic com, dispenser dan lain sebagianya.

Dalam sosialisasi tersebut, turut hadir anggota Komisi IX DPR RI, Suir Syam, perwakilan OPD terkait di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Dharmasaraya, Perwakilan Pemerintahan Nagari Sipangkur yang diwakili oleh Wakil Wali Nagari, Bayu Setiawan, dan ratusan emak-emak kelompok KB di Kecamatan Tiumang.

baca juga: DPR Sambut Baik Pembukaan Umrah Oleh Arab Saudi

Lebih lanjut Syahrudin menyampaikan bahwa untuk tujuan khusus dari program KB, yaitu untuk menurunkan jumlah angka kelahiran bayi dengan meningkatkan jumlah penduduk yang menggunakan alat kontrasepsi. Kemudian, meningkatkan kesehatan keluarga berencana dengan cara menjaga jarak kelahiran.

"Jika anak belum satu tahun sudah memiliki adik, tumbuh kembang anak akan terganggu. Normalnya jarak anak pertama dan kedua antara 3-5 tahun. Jika anak belum berusia 2 tahun sudah mempunyai adik, maka ASI untuk anak tidak bisa penuh 2 tahun, sehingga kemungkinan mengalami gangguan kesehatan," ujarnya.

baca juga: Amankan Pilkada bersama TNI, Polres Dharmasraya Gelar Doa Keselamatan Bersama

Orangtua yang mempunyai dua anak dengan jarak kelahirannya di bawah angka normal, kata Syahrudin melanjutkan, maka orangtua akan mengalami kesulitan membagi waktu. Anak yang lebih besar akan akan kurang perhatian, meski anak masih membutuhkan perhatian penuh dari kedua orangtuanya.

"Oleh sebab itu, kami di BKKBN akan terus mendorong keluarga untuk menjalankan program KB tersebut, apalagi program KB juga bermanfaat bagi anak, karena pertumbuhan anak dan kesehatannya bisa diketahui, serta anak-anaknya juga memperoleh perhatian, pemeliharaan dan makanan yang cukup. Kemudian, perencanaan masa depan dan pendidikan terhadap anak bisa menjadi lebih baik," imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan angota Komisi IX DPR RI, Suir Syam. Kata dia, melalui program KB, perencanaan masa depan dan pendidikan yang baik untuk anak akan mudah terwujud, sehingga lahirlah generasi berkualitas yang memiliki daya saing secara global.

"Program KB ini juga menjadi salah satu upaya dalam penguatan ekonomi keluarga. Namun yang perlu ditekankan, untuk penguatan ekonomi keluarga, tentu harus dimulai dari peningkatan SDM di unit terkecil, yaitu keluarga," katanya.

Oleh sebab itu, tambahnya, pembangunan keluarga harus diarahkan kepada pembangunan ketahanan keluarga, yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi. "Ketiganya ini harus sejalah. Pendidikan menghasilkan SDM berkualitas, sehingga berdampat kepada peningkatan kesehatan dan ekonomi keluarga," tuturnya.

Sebagai anggota Komisi IX DPR RI yang merupakan mitra kerja dari BKKBN , mantan Walikota padang panjang dua periode itu menambahkan bahwa dirinya, akan terus mendukung program yang ada di BKKBN , termasuk program KB yang dapat mengendalikan jumlah penduduk.

" BKKBN adalah mitra kami di Komisi IX DPR . tentunya, saya akan dukung terus program dari BKKBN tersebut. Untuk itu, saya berharap sosialisasi ini harus terus dilakukan dan ditingkatkan dalam konteks yang lebih luas lagi, serta harus ada inovasi lainnya, supaya semua program BKKBN , dapat diterima masyarakat dengan mudah," pungkasnya.(*)

Penulis: Riki Suardi