BKKBN dan DPR RI Ajak Masyarakat Dharmasaraya Implementasikan 8 Fungsi Keluarga

Anggota Komisi IX DPR, Suir Syan saat menjadi pemateri pada sosialisasi yang digelar BKKBN di Nagari Tabek, Kecamatan Timpeh, Dharmasraya, Sabtu, 30 Maret 2019
Anggota Komisi IX DPR, Suir Syan saat menjadi pemateri pada sosialisasi yang digelar BKKBN di Nagari Tabek, Kecamatan Timpeh, Dharmasraya, Sabtu, 30 Maret 2019 (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) meminta masayarakat Dharmasraya untuk mengimplementasikan 8 fungsi keluarga, guna terwujudnya keluarga sejahtera.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Syhrudin, saatSosialisasi Advokasi dan KIE Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Bersama Mitra, di Nagari Tabek, Kecamatan Timpeh, Dharmasraya , Sabtu, 30 Maret 2019.

baca juga: Pelajaran Sejarah Tidak Lagi Wajib?, Wakil Ketua MPR Sarankan Nadiem Makarim Kembali Belajar

Dalam sosialisasi yang ditaja lembaga pengendalian jumlah penduduk yang dihadiri ratusan masayarakat itu, turut hadir anggota Komisi IX DPR RI, Suir Syam, Camat Timpeh, Rendi, dan sejumlah perwakilan OPD terait di lingkungan Kabupaten Dharmasaraya.

Lebih lanjut Syafrudin menjelaskan 8 fungsi keluarga dalam mewujudkan keluarga Indonesia sejahtera itu adalah fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan fungsi pelestarian lingkungan.

baca juga: DPS 144.729, KPU Dharmasraya Imbau Masyarakat Segera Cek

"Implementasi dari 8 fungsi keluarga itu merupakan langkah positif untuk hidup dinamis secara serasi, selaras, dan seimbang dengan alam, serta untuk menghindari pernikahan usia dini, pencegahan HIV/AIDS, menghindari kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan lainnya," ujar Syahrudin.

Baca: Wujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang, BKKBN Soialisasikan Program KKBPK di Sijunjung

baca juga: Duo Kader PDID Lakukan Aksi Bersih-bersih Sampah

Menurutnya, dengan dilaksanakannya 8 fungsi keluarga, maka keluarga Indonesia akan menjadi keluarga sejahtera secara ekonomi dan memiliki SDM yang berkualitas, sehingga mampu bersaing secara global dalam menghadapi bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2025-2030.

"Bonus demografi adalah di mana usia produktif (usia 15-64 tahun) lebih banyak dibanginkan usia non produktif 1-4 tahun dan 65 tahun ke atas). Untuk itu, mari kita bekerjasama dalam menjalankan 8 fungsi keluarga di ke hidupan sehari-hari, supaya kita bangsa Indonesia, bisa memanfaatkan bonus demografi dengan baik," tuturnya.

baca juga: Ninik Mamak Kecamatan IX Koto Nyatakan Dukungan Ke Pasangan SR-Labuan

Sementara itu, anggota DPR RI, Suir Syam, mengapresiasi BKKBN yang terus mensosialisasikan berbagai programnya kepada masyarakat, termasuk Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK dengan tema "ciptakan keluarga indonesia sejahtera dengan 8 fungsi keluarga" ini.

"Sebagai mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, tentu saya mendukung semua program yang dijalankan BKKBN , karena output dari setiap program yang terus disosialisasikan itu, akan mewujudkan generasi yang memiliki SDM berkualitas di masa yang akan datang," katanya.

Baca:  BKKBN Ajak Emak-Emak di Pengambiran Jadi Orangtua "Jaman Now", Ini Kriterianya!

Terkait 8 fungsi keluarga, mantan Walikota Padang Panjang dua periode (2003-2013) itu berharap agar masyarakat melaksanakan 8 fungsi keluarga, karena ini kepentingan bersama, ssehingga nantinya, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berpendidikan tinggi, berakhlak mulia dan berkualitas baik.

"Jika 8 fungsi keluarga ini dijalankan, kita nantinya akan bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Kalau tidak, kita akan menjadi pembantu di negera kita sendiri," .

"Jangan sampai bangsa lain menjadi manajer, pengawas, dan kita diperintah. Jangan sampai ini terjadi. Makanya, mari jalankan 8 fungsi keluarga tersebut," imbuhnya.(*)

Penulis: Riki Suardi