BKKBN Gelar Sosialisasi Program KKBPK di Sitiung, Suir Syam: 1000 Hari Pertama Kehidupan Menentukan Masa Depan Bangsa

Anggota Komisi IX DPR RI, Suir Syam saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra Kerja yang digelar di Sitiung, Dharmasaraya, 31 maret 2019
Anggota Komisi IX DPR RI, Suir Syam saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra Kerja yang digelar di Sitiung, Dharmasaraya, 31 maret 2019 (ist )

DHARMASRAYA , KLIKPOSITIF - Anggota Komisi IX DPR RI, Suir Syam meminta agar pasangan suami-istri merencanakan kehamilan dengan mengedepankan 1000 hari pertama kehidupan, supaya lahir generasi muda yang berkualitas dan mampu bersaing secara global.

"1000 hari petama kehidupan itu merupakan masa sejak bayi masih dalam kandungan hingga bayi berusia 2 tahun, dan ini sangat menentukan masa depan bangsa," kata Suir Syam saat memberi sambutan pada Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Bersama Mitra Kerja di Dharmasaraya, 31 Maret 2019.

baca juga: Kemenag Ingin Siapkan Materi Khutbah Jumat, DPR Beri Respon: Tak Masalah Kalau Bukan Wajib

Pada sosialisasi yang digelar di kawasan Blok B Sitiung 31/03, Nagari Sungai Sungai Duo, Kecamatan Sitiung itu, juga hadir Sekretaris BKKBN Sumbar, Budi Mulya, perwakilan Pemerintahan Kecamatan Sitiung, Wali Nagari Sungai Duo, dan sejumlah tokoh masayarakat di daerah setempat.

Lebih lanjut Suir Syam menuturkan bahwa selain anak lahir sebagai generasi berkualitas, orangtua diharuskan untuk memberikan gizi yang cukup terhadap janin maupun bayi setelah dilahirkan hingga berusia 2 tahun, juga bertujuan agar anak terhindar dari stunting.

baca juga: Ribuan personel Cadangan Disiagakan, Siap Turun ke Demo Buruh di Istana

"Stunting bisa terjadi, karena asupan gizi ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Hasil penelitian WHO, lebih dari 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih dalam kandungan," ujarnya.

Anak yang mengalami stunting, sebut mantan Direktur Rumah Sakit Achmad Mochtar, Bukittinggi itu, pertumbuhannya akan terhambat dan terus berlanjut hingga dewasa. Stunting ini juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal dan menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang.

baca juga: Presiden Segera Tanda Tangani UU Cipta Kerja

"Akibatnya, prestasi anak di sekolah buruk. Jadi, mari kita mengutamakan asupan gizi anak kita sejak masih dalam kandungan sampai dilahirkan hingga anak kita berusia 2 tahun, supaya terhindar dari stunting," bebernya.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris BKKBN Sumbar, Budi Mulia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 oleh Kementerian Kesehatan RI, sebutnya, presentase prevalensi gizi stunting pada balita sejumlah 37,2 % atau sekitar 9 juta anak.

baca juga: KSPI dan 32 Serikat Kerja Siapkan 2 Gugatan UU Ciptaker

Maka dari itu, kata dia, untuk mengatasi dan mencegah terjadinya stunting pada balita, diperlukannya pengasuhan yang baik pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Karena pondasi utama kehidupan manusia di masa depan dapat dipengaruhi oleh pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.

1000 Hari Pertama Kehidupan itu, dimulai sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan, serta 730 hari setelah lahir (hingga anak berusia 2 tahun). Pada periode tersebut, terjadi perkembangan otak, pertumbuhah yang begitu cepat.

"Saya berharap peranan keluarga sebagai wahana utama dalam memberikan pengasuhan kepada anak untuk 1000 Hari Pertama kehidupan, karena keluarga berperan penting untuk membangun karakter bangsa yang mulia. Keluarga juga dituntut untuk mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif," ujarnya.

Terkait Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra Kerja yang digelar di Sitiung ini, tambahnya, bertujuan untuk meningkatkan dukungan stakeholder, mitra kerja dan masyarakat dalam pergerakan program KKBPK di Sumbar. "Sosialisasi ini juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pembinaan ketahanan keluarga," pungkasnya.

Penulis: Riki