Kendalikan Jumlah Penduduk, Komisi IX DPR RI Ajak Pemerintah Daerah Kampanyekan Moto 'Dua Anak Cukup'

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal saat sosialisasi program KKBPK di Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota Jumat, 5 April 2019
Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal saat sosialisasi program KKBPK di Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota Jumat, 5 April 2019 (ist)

LIMAPULUH KOTAKLIKPOSITIF - Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa Indonesia saat ini memiliki jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa, dan berada di peringkat keempat dengan jumlah penduduk terbanyak di Dunia, setelah Cina, India dan Amerika serikat.

Tentunya, dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di Dunia, ini patut disyukuri, karena ini merupakan rahmat dari Yang Maha Kuasa. Namun begitu, jumlah tersebut tetap harus dikendalikan, termasuk meningkatkan sumber daya manusianya.

baca juga: Kunker ke Dharmasraya, BKKBN Sumbar Dorong Pelaksanaan Program Bangga Kencana

"Jika tidak dikendalikan dan sumber daya manusia juga tidak ditingkatkan, maka akan berdampak kepada keberlangsungan bangsa dan negara kita," kata Iqbal saat menghadiri Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Bersama Mitra di Kecamatan Mungka, Limapuluh Kota , Jumat, 5 April 2019.

Baca:  BKKBN Sosialisasikan Program KKBPK, Anggota Komisi IX DPR: Tanah Indonesia Semakin "Sempit", Mari BerKB!

baca juga: Bukit Panjang Ngalau Membara, Lokasi Titik Api Sulitkan Pemadaman

Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK di Limapuluh Kota dengan tema "Periode Emas 1000 Hari Menentukan Masa Depan Bangsa" itu, merupakan bagian dari roadshow antara BKKBN dan Komisi IX DPR RI yang digelar di 18 kabupaten dan kota di Sumbar.

Dalam sosialisasi tersebut, panitia juga menyediakan games-games dengan hadiah menarik. Di antaranya, sepeda, Tv LED, dispenser, magic com, kompor gas, dan aneka hadiah menarik lainnya.

baca juga: Dukung Masyarakat Pakai Masker, Pemilik Toko Beras di Lima Puluh Kota Ini Bagikan Ribuan Masker Gratis dan Puluhan APD

Bahkan untuk memeriahkan suasana sopsialisasi, panitia juga menyediakan kegiatan hiburan berupa orgen tunggal. Kegiatan sosialisasi itu sendiri, juga melibatkan beberapa intansi terkait.

Lebih lanjut Iqbal menyampaikan bahwa dalam sosialisasi dan advokasi ini,  BKKBN juga bekerjasama dengan kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan, karena sosialisasi ini tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan jumlah penduduk, tapi juga untuk kesejahteraan keluarga di masa yang akan datang.

baca juga: Ikut Antar Cabup Positif Corona Mendaftar di KPU, Begini Kondisi Fadli Zon dan Andre Rosiade

"Tugas BKKBN ternyata berat, yaitu mengendalikan jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa, dengan harapan agar penduduk Indonesia berkualitas di masa datang. Kalau BKKBN bekerja sendiri tentu tidak mampu, makanya harus didukung kementerian, termasuk Pemerintah provinsi dan Kabuaten/kota," ujarnya.

Di Limapuluh Kota ini, lanjut Iqbal, program BKKBN cukup baik, dan menurutnya ini membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar dan Kabupaten Limapuluh Kota bersama-sama mendukung program BKKBN berjalan dengan baik.

Ia berharap, Pemerintah Provinsi Sumbar dan Kabupaten Limapuluh Kota , terus mendukung setiap program BKKBN , seperti KKBPK, Generasi Remaja (GenRe), dan program KB. Namun di samping itu, ia juga berharap agar Pemerintah di daerah juga terus mengkampanyekan moto BKKBN , yaitu 'dua anak cukup'.

Moto 'dua anak cukup', katanya menjelaskan, bukan berarti keluarga harus membatasi jumlah kelahiran, karena Pemerintah hanya menyarankan setiap kerluarga yang baru menikah cukup mempunyai anak dua anak, kalau lebih tidak apa-apa, asalkan kita bisa merawat anak-anak kita ke depannya menjadi generasi muda yang bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, serta untuk bangsa dan negara.

"Dua anak cukup lebih baik dua, karena dari penelitian, dengan dua anak, maka kita tidak kesulitan untuk merawat anak-anak kita. Baik dari sisi pendidikannya, kesehatannya, serta sisi kepuasannya sehari-hari. Dengan dua anak, ke depan keluarga kita bisa menjadi generasi bermnafaat bagi nusa dan bangsa," tuturnya.

Semua program BKKBN , tambahnya, juga menjadi bagian dalam program pembangunan non fisik, atau sumber daya manusia. Siapapun presidennya, siapaun pemerintahannya, program non fisik menjadi konsep pembangunan bangsa Indonesia.

"Pembangunan di bidang non fisik itu, yakni pembangunan kesehatan seperti meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan pendidikan. Bagaimana pendidiklan Indonesia murah, terjangkau dan berkualitas, serta pembangunan kesejahteraan dengan meningkatkan perekonomian masyarakat," bebernya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Syahrudin, menyebut bahwa untuk membangun kualitas masyarakat, keluarga harus memanfaatkan periode emas pada anak, yaitu 1000 hari pertama kehidupan, yaiotu sejak anak dalam kandungan sampai anak lahir dan berusia 2 tahun.

"Dalam masa ini, orangtua harus memenuhi kebutuhan gizi anaknya sejak janin sampai anaknya lahir dan berusa dua tahun. Kalau ini diperhatikan, maka anak-anak kita akan menjadi generasi yang berkualitas di masa yang akan datang. Selain itu, juga untuk menghindari terjadinya stunting pada anak," katanya.

Stunting, kata Syahrudin tambahnya, merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Umumnya, karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

Stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, dan menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk. "Untuk itu, saya mengimbau agar orangtua memberikan asupan gizi pada anaknya sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan," ujar Suahrudin.(*)

Penulis: Riki