Deklarasi Dukung Jokowi di Sumbar Terus Mengalir, Ini Kata Pengamat

Pengamat Politik UIN Iman Bonjol Padang, Abrar
Pengamat Politik UIN Iman Bonjol Padang, Abrar (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Deklarasi dukungan terhadap pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 01 Jokowi -Ma'ruf Amin terus mengalir. Baru - baru ini ratusan alumnus yang tergabung dalam Aliansi Alumni Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Sumatera Barat (Sumbar) mendeklarasikan diri.

Sebelumnya juga banyak dari berbagai komunitas masyarakat, ulama dan tokoh masyarakat menyatakan dukungan terhadap Jokowi . Padahal Sumbar merupakan basis 02 Prabowo - Sandi sejak Pilpres 2014 lalu.

baca juga: Jelang Pilkada Serentak, Jokowi: Jangan Malah Menimbulkan Klaster Baru COVID-19

Pengamat politik UIN Iman Bonjol Padang, Abrar menilai dukungan terhadap Jokowi di Sumbar bisa berpengaruh terhadap suara Jokowi dan bisa tidak, tergantung dari mana sumber dukungan yang diberikan kepada salah satu pasangan calon presiden.

"Lihat dulu, siapa yang deklarasi dan memberikan dukungan. Jika itu tokoh yang punya power atau elit yang menjadi group referensi boleh jadi mempengaruhi masyarakat," ujarnnya kepada KLIKPOSITIF , Minggu, 7 April 2019.

baca juga: Presiden Ingin Libatkan Ibu-ibu PKK Sosialiasi Protokol Kesehatan ke Masyarakat

Namun sebaliknya, jika yang mendeklarasikan diri bukan menjadi referensi bagi masyarakat tentu itu tidak akan mempengaruhi masyarakat untuk memilih yang diberikan dukungan.

Dijelaskan Abrar, kedua kategori bisa dilihat dari sistem yang dianut oleh masyarakat itu sendiri. Masayarakat menganut sistem pratron klein maka besar kemungkinan akan mempengaruhi masyarakat pemilih. Sebaliknya jika masyarakatnya penganut sistem demokrasi maka itu relatif tidak berpengaruh.

baca juga: Telepon Raja Salman, Jokowi Apresiasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Tengah Pandemi

"Sumbar notabene adalah masyarakat Minangkabau menganut sistem "demokrasi" memiliki independensi secara filosofi budaya. Namun bagi masyarakat yang cenderung tidak memiliki akar idiologis yang kuat tentu tidak akan berpengaruh," jelasnya.

Tapi, ujarnya, bila ada ikatan idiologis dan organisatoris yang kemudian tokoh diatas menjadi group referensi, maka akan memberi pengaruh.

baca juga: Gubernur Sebut 700 Miliar Perputaran Uang Jual Beli Hewan Kurban di Sumbar

"Seperti ketua dari lembaga tertentu memberikan dukungan, tentu saja pengikut atau anggotanya akan terpengaruh," tuturnya.

Disisi lain, dalam konteks hari ini refensi group itu juga berkurang karena hari ini media juga menjadi alternatif referensi bagi masyarakat

"Masyarakat yang maju cenderung rasional dan menjadikan berbagai referensi sebagai keputusan politiknya," tukas Abrar. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir