BKKBN dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Palembayan Memperkokoh Fondasi Keluarga untuk Indonesia Sejahtera

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal saat menghadiri sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bersama Mitra Kerja di Palembayan, Agam, Sabtu, 6 April 2019
Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal saat menghadiri sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bersama Mitra Kerja di Palembayan, Agam, Sabtu, 6 April 2019 (ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) kembali menggelar Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Bersama Mitra di Sumatera Barat.

Kali ini, sosialisasi dengan tema "Keluarga Terencana Menuju Indonesia Sejahtera" itu, digelar di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam , Sabtu, 6 April 2019. Pada sosialisasi tersebut, BKKBN menggandeng anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal.

baca juga: Kisah Sekeluarga di Agam Tinggal di Rumah Hampir Roboh

Dalam sambutannya, Muhammad Iqbal mengajak masyarakat Palambayan untuk merencanakan masa depan keluarganya, karena keluarga adalah unit terkecil dalam setiap masyarakat, dan dari keluargalah lahir generasi berkualitas untuk Indonesia yang sejahtera,

Keluarga, kata Iqbal, harus memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kualitas bangsa. "Jika ada orang yang melakukan kejahatan dan tindak kriminal, maka lihatlah latar belakangnya. Bukan tidak mungkin hal itu disebabkan karena abainya peran keluarga semasa kecil," katanya.

baca juga: Puting Beliung Rusak 8 Rumah di Agam

Sebaliknya, kata Iqbal melanjutkan, jika ada seseorang yang melakukan kebaikan, lihat jugalah latar belakangnya. "Sudah dipastikan itu karena adanya peran keluarga di dalamnya. Intinya, bagaimana perilaku seseorang tak terlepas dari bagaimana keluarga memberikan warna dalam kehidupannya," imbuh Iqbal.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Syahrudin. Disebutkannya, keluarga merupakan fondasi penting dari maju atau tidaknya suatu bangsa. Oleh sebab itu, Ia pun juga mengajak agar setiap keluarga dapat membangun fondasi yang kokoh dengan menerapkan delapan fungsi keluarga.

baca juga: Update COVID-19 di Agam, Pasien Sembuh Sebanyak 624

"Delapan fungsi itu adalah agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan fungsi pelestarian lingkungan. Dengan dilaksanakannya delapan fungsi keluarga, maka keluarga Indonesia dapat menjadi keluarga berkualitas dan sejahtera secara ekonomi," katanya.

BKKBN , sebutnya, percaya bahwa anak yang lahir dan besar dari keluarga yang sehat jasmani rohani, dan berkualitas, sudah dipastikan dapat berkontribusi dalam kemajuan suatu bangsa ketika dewasa nanti, meskipun anak tersebut berasal dari keluarga kurang mampu.

baca juga: Hari Pertama Operasi Yustisi di Agam, 49 Orang Terjaring

Untuk itu, melalui Sosialisasi Advokasi KIE Program KKBPK ini, ia pun berharap agar setiap keluarga di Palambayan, maupun Kabupaten Agam pada umumnya, paham apa yang dimaksud dengan keluarga terencana, dan bagaimana cara meingimplementasikannya.

"Ayo, mari kita perkokoh fondasi keluarga kita, supaya generasi selanjutnya yang ada di keluarga kita, akan menjadi generasi yang berkualitas, dan dapat berkontribusi dalam kemajuan bangs Indonesia ke depan," ujar Syahrudin.

Selain itu, Syahrduin juga mengajak agar generasi muda sekarang ini, khususnya remaja, untuk menghindarkan pernikahan dini, karena kerap berisiko memiliki masalah. "Idelanya usia menikah bagi wanita, di atas usia 21 dan pria di usia 25," katanya..

Namun bagi yang telah terlanjur dan telah memiliki anak, sambung Syahrudin, maka diminta untuk menyayangi dan merawat anak yang telah dilahirkan tersebut dengan sepenuh hati, termasuk merencanakan kehidupan yang sejahtera untuk anaknya.

"Selain itu kepada mereka, juga disarankan untuk menjaga jarak kelahiran dengan rentang waktu minimal 3 tahun. Sebab, jika jarak kelahiran antara anak yang satu dan satunya lagi terlalu dekat, maka berpengaruh pada kurangnya perhatian yang diberikan kepada anak yang lahir lebih dahulu," pungkasnya. (*)

Penulis: Riki