BKKBN Sumbar Ajak Pasangan yang Baru Menikah Megaplikasikan Moto 'Dua Anak Cukup'

Anggota Komisi IX DPR, Muhammad Iqbal menyampaikan kata sambutan saat menghadiri Sosialisasi Advokasi KIE dan program KKBPK di Air Bangis, Pasaman Barat
Anggota Komisi IX DPR, Muhammad Iqbal menyampaikan kata sambutan saat menghadiri Sosialisasi Advokasi KIE dan program KKBPK di Air Bangis, Pasaman Barat ()

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF - Sekretaris BKKBN Sumbar, Budi Mulya, menuturkan bahwa BKKBN mempunyai moto 'dua anak cukup'. Melalui moto ini, ia pun menyarankan kepada gerenarasi muda yang baru menikah, untuk memprogramkan dua anak saja, supaya perhatian yang didapat oleh anaknya lebih dari cukup.

"Perhatian yang dimaksud lebih dari cukup cukup itu, adalah pendidikannya maupun gizi untuk kesehatannya," kata Budi Mulya saat Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Bersama Mitra, di Pasaman Barat, Minggu, 7 April 2019.

baca juga: 10 Orang Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, Bupati Minta ASN Terapkan Prokes Saat Pelayanan

Sosialisasi dengan tema ": Keterpaduan Program KKBPK dan Sektor Pembangunan " yang ditaja BKKBN di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas itu, merupakan bagian dari rodashow antara BKKBN dengan Komisi IX DPR RI di 18 kabupaten kota di Sumbar yang digelar sejak akhir Februari 2019.

Dalam sosialisasi tersebut, turut hadir Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal, sejumlah perwakilan OPD terkait di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pasaman Barat, perwakilan Pemerintahan Kecamatan Sungai Beremas, serta ratusan warga Air Bangis.

baca juga: Seorang Pasien Positif COVID-19 Meninggal di RSUD Batusangkar, 8 Pasien Lainnya Masih Dirawat

Untuk memeriahkan suasana sosialisasi, panitia juga menggelar games-games menarik dengan hadiah utama berupa sepeda. Kemudian juga ada hadiah menarik lainnya. Di antaranya, Tv LED, dispenser, magic com, kompor gas, dan aneka hadiah unik lainnya.

Dijelaskan Budi Mulya, kalau pendidikan dan kesehatannya diperhatikan, maka ke depan akan lahir generasi yang berkualitas yang bisa memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan bangsa dan Negara Indonesia.

baca juga: Hari Ini, 12 Warga Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, Kasus Positif Aktif Jadi 315 Orang

Namun di samping itu, Ia pun menekankan agar pasangan yang baru menikah, terutama perempuan yang baru hamil, lebih memgedepankan 1000 hari pertama kehidupan untuk anak-anaknya yang dimulai sejak bayi masih dalam kandungan sampai berusia 2 tahun.

"Masa 1000 hari pertama kehidupan itu adalah masa emas. Kebutuhan gizi yang baik untuk bayi sejak masih dalam kandungan sampai berusia 2 tahun harus terpenuhi. Kalau gizinya buruk, maka bayi yang dilahirkan berisiko stunting," ujarnya.

baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Tanah Datar Terbakar

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal menyebut bahwa program BKKBN saat ini sudah banyak dibandingkan masa Orde Baru, meskipun pada masa itu, program BKKBN , yaitu Keluarga Berencana (KB) dinilai sukses dan mendapat apresiasi oleh dunia internasional.

"Kalau dulu hanya program KB, sekarang sudah banyak. Di antaranya program Bina Balita, Generasi Remaja (GenRe), dan Lansia," kata Iqbal saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra tersebut.

Baca:  BKKBN dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Palembayan Memperkokoh Fondasi Keluarga untuk Indonesia Sejahtera

Saat krisis moneter  tahun1997 hingga pasca-reformasi 1998, lanjut Iqbal, semua program BKKBN , termasuk program fisik maupun non fisik lainnya, terhambat. Bahkan ketika dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2009, ia pun melihat anggaran BKKBN sangat minim.

Akibatnya, program BKKBN tidak berjalan maksimalnya. Kendati begitu, Ia pun bersama Komisi IX DPR RI, berkomitmen untuk meningkatkan anggaran BKKBN , dan alhamdulillah, katanya, anggaran BKKBN terus meningkat seiring bertambahnya jumlah program-program BKKBN .

"Artinya, dengan banyaknya program BKKBN , tentu membutuhkan suport dari kita semua, tidak hanya DRP, tapi juga dukungan dari Pemerintah daerah, apalagi saat ini BKKBN sudah kembali kepada formatnya, yaitu bagiaman programnya bisa dirasakan masayarakat," ujarnya.

Bertambanya jumlah program BKKBN , katanya melanjutkan, tidak terlepas dari ketatnya persaingan dalam meningkatkan kesejahteraan, karena jumlah penduduk dari tahun ke tahun bertambah. Bahkan saat ini, Indonesia berada di peringkat empat dengan jumlah penduduk di dunia.

"Bayangkan kalau seadainya tidak dibentuk BKKBN , siapa yang akan mengendalikan jumlah penduduk, karena tanah dari dulu tidak bertambah sampai sekarang dan jumlah penduduk terus bertambah. Kalau tidak dikendalikan, maka seolah-olah tanah ini menjadi sempit,"

"Kalau dulu mungkin kita melihat banyak sekali sawah terbentang, tapi dengan bertambahnya jumlahnya penduduk, tentu jumlah pembangunan juga meningkat, sehingga sawah-sawah semakin berkurang, terutama di kota-kota besar, dan ini harus dikendalikan," imbuhnya.(*)

Penulis: Riki