Hadiri Sosialisasi Program KKBPK di Padang, Betti Shadiq Ajak Masyarakat Implementasikan 1000 Hari Pertama Kehidupan

Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue saat mengahadiri sosialisasi program KKBPK yang digelar BKKBN di Kota Padang, Senin, 8 April 2019.
Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue saat mengahadiri sosialisasi program KKBPK yang digelar BKKBN di Kota Padang, Senin, 8 April 2019. (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana ( BKKBN ) kemabali menggelar Sosialisasi Advokasi KIE dan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Bersama Mitra di Kota Padang .

Kali ini, kegiatan sosialisasi program KKBPK dengan tema "Periode Emas 1000 Hari Menentukan Masa Depan Bangsa" digelar di Kelurahan Dadok Tugu Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang , Senin, 8 April 2019.

baca juga: Dapat Kabar Jokowi Tandatangani UU Ciptaker pada 28 Oktober, Serikat Buruh dan Pekerja Rencanakan Hal Ini

Sosialisasi tersebut, dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue, perwakilan BKKBN Pusat, Samsul, dan Kabid Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB/KS) BKKBN Sumbar, Madalena.

Dalam sosialisasi yang dihadiri ratusan warga Dadok Tugu Hitam itu, panitia juga menyediakan berbagai games-games mnarik dengan hadiah utama sepeda, serta hadiah menarik lainnya seperti TV LED, dispenser, kompor gas dan lain sebagainya.

baca juga: Bikin UU Bukan Permainan Petak Umpet, Peneliti Politik: Zaman Soeharto Pakai Mesin Ketik Tidak Terdengar Ada Typo

Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue dalam sambutannya mengatakan bahwa sosialisasi program KKBPK ini digelar, supaya setiap keluarga sebagai unit terkecil di lingkungan masyarakat, bisa memberikan perhatian kepada anaknya pada 1000 hari pertama kehidupan.

"1000 hari pertama kehidupan ini merupakan masa di mana anak yang masih dalam kandungan sampai melahirkan dan berusia 2 tahun. Pada asa ini, orangtua harus memberikan gizi yang baik terhadap anaknya," kata Betti, Senin.

baca juga: DPR Sebut Pertisipasi Masyarakat Pada Pilkada 2020 Pasti Menurun

Namun jika sebaliknya, atau anak sejak dalam kandungan sampai berusia 2 tahun tidak mendapatkan gizi yang baik, kata Betti melanjutkan, maka anak tersebut berisiko terkena stunting, dan tentunya akan berpengaruh keada perkembangan anak hingga ia dewasa nanti.

Baik perkembangan fisik, mental ataupun spritualnya. Untuk itu melalui sosialisasi program KKBPK ini, Ia sebagai mitra kerja dari BKKBN , mengimbau agar keluarga menekan bahwa 1000 hari pertama kehidupan itu penting diterapkan oleh setiap keluarga.

baca juga: Kemenag Ingin Siapkan Materi Khutbah Jumat, DPR Beri Respon: Tak Masalah Kalau Bukan Wajib

"Sosialisasi program KKBPK ini bertujuan untuk mengedukasi atau memberikan pendidikan kepada masyarakat, supaya anak-anak Indonesia yang lahir tidak stunting, sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global," ujarnya.

Di samping itu, Ia pun juga mengajak setiap pasangan suami-istri yang baru menikah untuk merencanakan keluarga kecil dengan dua anak cukup, supaya orangtua bisa leluasa untuk memperhatikan gizi, pendidikan dan kesehatannya, serta menyiapkan mereka menjadi manusia mandiri dan bekualitas.

"Saya berharap, masyarakat yang hadir pada sosialisasi ini bisa menyampaikan apa yang disosialisasikan ini kepada masyarakat atau kelompok melalui pesan berantai, karena ini untuk mewujudkan masa depan bangsa Indonesia yang berkualitas dan sejahtera," tuturnya.

Komisi IX DPR RI, tambahnya, akan terus mendorong dan mengupayakan tambahan anggaran untuk BKKBN , supaya sosialisasi berbagai program, termasuk KKBPK, bisa maksimal dengan cakupan yang lebih luas lagi. "Sosialisasi ini harus berlanjut, dan kami siap untuk mendukung BKKBN ," katanya.

Sementara itu, Kabid KB/KS BKKBN Sumbar, Madalena mengatakan bahwa Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra Kerja ini digelar di 18 kabupaten kota di Sumbar, kecuali Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Tujuan dari sosialisasi ini, katanya, untuk meningkatkan dukungan stakeholder, mitra kerja dan masyarakat dalam pergerakan program KKBPK, serta untuk meningkatkan komitmen dan keterpaduan mitra kerja dalam melakukan Advokasi dan KIE di Sumbar.

"Namun yang paling utama yang diharapkan dari kegiatan ini, meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pembinaan ketahanan keluarga menuju keluarga sejahtera secara ekonomi, dan berkualitas, sehingga kelak bisa berkontribusi dalam pembangunan bangsa Indonesia," katanya.(*)

Penulis: Riki