Penyebab Keracunan Puluhan Masyarakat Pasaman Mulai Terungkap

Belasan warga Pasaman yang diduga kertacunan nasi bungkus saat Pesta Rakyat Pasaman di rawat di RSUD Lubuk Sikaping
Belasan warga Pasaman yang diduga kertacunan nasi bungkus saat Pesta Rakyat Pasaman di rawat di RSUD Lubuk Sikaping (Man St Pambangun/KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF - Kasus dugaan keracunan yang dialami puluhan masyarakat Pasaman di acara syukuran dan Pesta Rakyat Pasaman , hingga kini masih terus dikembangkan oleh penyidik kepolisian daerah setempat.

Kasat Reskrim Polres Pasaman , AKP. Syaiful Zibir menyatakan, dari penyelidikan sementara, diketahui bahwa rata-rata korban mengalami keracunan setelah memakan nasi bungkus dengan sambal telur ayam yang mereka dapatkan secara gratis saat menghadiri acara syukuran dan Pesta Rakyat Pasaman yang digelar di halaman Kantor Bupati Pasaman .

baca juga: Epidemiolog: Langkah Pemerintah Antisipasi Masuknya Varian Omicron Tepat

"Hasil penyelidikan ini akan terus kami dalami. Saat ini sejumlah saksi dan korban sudah kami mintai keterangannya," kata AKP. Syaiful Zibir kepada KLIKPOSITIF , Sabtu, 27 Maret 2016 malam saat ditemui di RSUD Lubuk Sikaping, Pasaman .

Selain memintai keterangan saksi dan korban, pihaknya juga melakukan pendataan terhadap jumlah korban. Dari pendataan sementara, jumlah korban meningkat dari 20 menjadi 28 orang. "Rinciannya, remaja sebanyak 15 orang, anak-anak tujuh orang dan enam orang korban dewasa," ujarnya.

baca juga: Legislator Sarankan Tiga Langkah Sikapi Varian Baru Corona

Sementara itu, Ketua Pantian Pelaksana Syukuran dan Pesta Rakyat Pasaman , M. Zen, menduga bahwa puluhan korban yang mengalami keracunan , diduga memakan nasi bungkus tahap pertama yang dibagikan sekitar pukul 11 .00 WIB.

"Nasi tahap pertama itu, kemungkinan sudah lama dibungkus, sehingga orang yang memakannya mengalami muntrah-muntah. Nasi tersebut dimasak pada satu titik dengan jumlah sekitar 17 ribu bungkus nasi," katanya saat membesuk korban dugaan keracunan di RSUD Lubuk Sikaping .

baca juga: Fadli Zon: Dunia, Jangan Lupakan Palestina

Penulis: Riki