Dipecat Sebagai Ketua KPU Pariaman, Ini Komentar Abrar Aziz

Abrar Aziz
Abrar Aziz (KLIKPOSITIF/Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Jabatan Abrar Aziz sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum  ( KPU ) Kota Pariaman , dicopot oleh Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu ( DKPP ) RI. Pasalnya, Abrar terbukti melanggar kode etik penyelenggaraan pemilu.

Abrar dianggap melanggar kode etik, karena bertemu dan makan malam dengan Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak di salah satu rumah makan pada Januari 2019 yang lalu.

baca juga: Besok, DKPP Akan Periksa Delapan Penyelenggara Pemilu Kota Bukittinggi di Padang

Perihal pemecatan tersebut dibenarkan oleh Abrar Aziz . Saat ditemui KLIKPOSITIF di lokasi Hotel Al Madinah Pariaman , Abrar mengatakan, pembacaan putusan pelanggaran Kode Etik penyelenggara pemilu atas nama dirinya selaku Ketua KPU Kota Pariaman , dilakukan pada Rabu 10 April 2019 di gedung DKPP RI Jakarta.

"Meskipun demikian, saya belum menerima salinan putusan dari DKPP soal pemberhentian," kata Abrar.

baca juga: Bawaslu Solsel: Dari 126 Kegiatan Kampanye, Satu Dibubarkan

Namun, katanya lagi,  meski jabatannya telah dicopot sebagai Ketua, koordinasi terkait pemilu terus digiatkan, karena dirinya masih terikat sebagai Komisioner KPU .

"Perihal ini tidak mengganggu tahapan pemilu. Masalah ini sudah biasa, yang namanya jabatan atau amanah memang begitu, " pungkas Abrar, yang sudah lama mengaku sebagai aktivis jalanan.

baca juga: Kadis Kesehatan Pemko Pariaman Positif COVID-19

[Rehasa]

Penulis: Iwan R