KONI Sumbar Tegaskan Kembali Gelar Pra Porprov

Ketua KONI Sumbar Syaiful memimpin rapat SC Porprov XVI Pasaman Barat
Ketua KONI Sumbar Syaiful memimpin rapat SC Porprov XVI Pasaman Barat (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat menegaskan, Pra Porprov menuju Porprov XVI tahun 2020 kembali terselenggara. Pasalnya banyak dampak positif yang diterima daerah, dengan terselenggaranya Pra Porprov .

Berbagai upaya sosialisasi terus dilakukan induk cabang olahraga itu, agar informasi Pra Porprov bisa sampai ke daerah maupun cabang olahraga peserta Porprov.

baca juga: Tim Paralayang Putri Sumbar Memimpin, Tim Putra Posisi Ketiga

"Kita sudah lakukan sosialisasi, baik melalui media maupun pertemuan dengan KONI se Sumbar beberapa waktu lalu. Kita juga surati KONI daerah untuk ditunjuk menjadi tuan rumah Pra Porprov , dengan rentang pelaksanaan Juli 2018 - Juli 2019," kata Ketua KONI Sumbar Syaiful.

Syaiful usai Rapat Steering Comitte (SC) Porprov XVI Pasaman Barat Kamis (11/4) mengatakan, sosialisasi secara berkesinambungan dilakukan agar tidak ada lagi alasan bagi KONI daerah tidak mengganggarkan dana untuk kegiatan Pra Porprov ini.

baca juga: Prima di Awal PON, Ketua KONI Sumbar Sebut Sebagai Bagian Rangkaian Panjang Pembinaan

Apalagi daerah yang ditunjuk menjadi tuan rumah Pra Porprov menanggung biaya pelaksanaannya. Sementara KONI Sumbar tidak lagi memberikan subsidi seperti Pra Porprov lalu.

"Sebagai contoh dari 18 kabupaten/kota dengan cabor Porprov sebanyak 32 cabor, bisa saja dibagi habis masing-masing daerah untuk menyelenggarakan Pra Porprov ," Jelasnya.

baca juga: Jelang PON XX Papua, Atlet Sumbar Terima Insentif dan Suplemen

Dirinya menilai, Pra Porprov sangat menguntukan kabupaten/kota jika terselenggara. Diantaranya dapat membantu meringankan beban keuangan daerah dari iven Porprov mendatang.

Jika Pra Porprov diikuti, sudah jelas atlet potensial yang akan membawa pulang medali guna diberangkatkan ke Porprov nanti. Disamping itu juga pahlawan olahraga bisa diberikan bonus yang kiranya tidak memberatkan keuangan daerah.

baca juga: Persiapan PON Papua, KONI Sumbar Jalin Kerja Sama Dengan BPJS

"Misal daerah mengikuti cabor tinju, ada 17 kelas dipertandingkan di cabor tersebut. Sementara Sawahlunto hanya punya 4 atlet andalan berpotensi meraih medali. berarti sisanya belum memiliki potensi. Lebih baik kuota yang tidak berpotensi diberikan kepada cabor yang berpotensi meraup medali," rinci Syaiful.

Paling penting diungkapkan Syaiful, Pra Porprov mencegah agar oknum atlet , pelatih, maupun pengurus yang mencoba mencari keuntungan di setiap gelaran Porprov, tidak lagi menjalankan aksinya.

"Apakah porprov masih berkutat dengan kuantitas atau kualitas. Jika pilihannya kualitas, Pra Porprov harus dilaksanakan. Kalau mendapatkan atlet bermutu di Porprov, tentu salah satunya melalui Pra Porprov ," tutupnya (rel)

Penulis: Rezka Delpiera