Kominfo Bangun Akses Internet Daerah 3T di Sumbar

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara didampingi Wagub Sumbar Nasrul Abit dan petinggi UNP di Padang, Kamis, 11 April 2019
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara didampingi Wagub Sumbar Nasrul Abit dan petinggi UNP di Padang, Kamis, 11 April 2019 (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, tahun 2020 Kabupaten Kepulauan Mentawai bebas akses internet (jaringan internet secara menyeluruh). Untuk 2019, akses internet akan diutamakan di daerah 3T (Mentawai, Solok Selatan, dan Pasaman).

Pemerintah membangun akses internet di wilayah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terdepan) sejak tahun 2015. Di Mentawai saat ini sudah ada 25 titik lokasi BTS dan 97 titik akses internet dibangun Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

baca juga: Menteri Kominfo Minta Masyarakat Lindungi NIK

Akses internet ini antara lain untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi siswa SMP dan SMA dan pelayanan kesehatan masyarakat di Mentawai.

"Semua sekolah dan pesantren akan dihubungkan dengan internet kecepatan tinggi. Terutama untuk daerah-daerah 3T, " ujarnya pada kuliah umum di Universitas Negeri Padang, Kamis, 11 April 2019.

baca juga: Bupati Agam Melayat ke Rumah Ibunda Wagub Sumbar di Air Haji

Dikatakannya, untuk menghubungkan semua daerah itu, pemerintah melalui Bakti sedang mempersiapkan jaringan internet kecepatan tinggi. Jaringan itu menggunakan satelit tersendiri, khusus untuk jaringan internet. 

Sementara untuk pembangunan, Penyediaan Base Transceiver Station ( BTS ) di Wilayah Blankspot Telekomunikasi sebanyak 20 ribu. Angka itu hanya dari Kemkominfo saja. Sementara ditambah dengan dari perusahaan, seperti Telkomsel dan perusahaan lainnya bisa mencapai 40 ribu. Namun, jumlah itu cukup sedikit dibanding dengan kebutuhan yang mencapai 600 ribu BTS .

baca juga: Kominfo Sebut Penggunaan TV Analog Boros Frekuensi 5G

Dikatakannya perusahaan pemenang tender pembangunan satelit multifungsi untuk pemerataan internet di Indonesia akan diumumkan pertengahan bulan ini.

"Setelah diumumkan nanti pemenang bisa segera bekerja. Targetnya tiga tahun ke depan, satelit itu sudah bisa beroperasi untuk memberikan akses internet cepat pada daerah-daerah sulit," katanya.

baca juga: Menkominfo Tekankan Tiga Aspek Menuju Kenormalan Baru, Apa Itu?

Kondisi alam Indonesia yang beragam dari kepulauan dan pegunungan membuat beberapa daerah sulit terjangkau oleh jaringan kabel serat optik untuk terhubung ke internet cepat. Satelit menjadi solusi untuk persoalan tersebut.

Selama ini pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika menyewa satelit untuk keperluan tersebut.

Satelit konvensional membutuhkan sewa sebesar Rp18 juta untuk setiap megabite per detik (Mbps). Sementara untuk satelit Ku-band, angkanya turun menjadi Rp6 juta per Mbps.

Dengan terbangunnya satelit multifungsi nantinya, biaya per Mbps, diperkirakan bisa lebih murah yaitu Rp1 juta per Mbps. Ia menyebut satelit itu nanti akan disandingkan dengan Program Palapa Ring sehingga seluruh daerah di Indonesia bisa mendapatkan akses internet cepat.

Akses internet semakin vital keberadaannya dalam berbagai bidang, terutama dalam revolusi industri 4.0.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dalam kesempatan itu mengaku bersyukur dengan dibangunnya sejumlah BTS di daerah tertinggal yang ada di Sumbar. Dengan itu, maka pembangunan dan pemenuhan kebutuhan informasi teknologi dapat terealisasi dengan cepat.

"Kami bersyukur adanya pembangunan BTS , karena sekarang semuanya membutuhkan informasi teknologi (IT). Baru saja kita melaksanakan ujian nasional, Mentawai itu masih dengan ujian berbasih kertas. Jika kita sediakan komputer, tidak akan ada gunanya, karena jaringannya tidak ada,"sebutnya.

Menurutnya, ke depan semua sektor kehidupan masyarakat akan tergantung dengan IT. Untuk itu, masyarakat harus mendapatkan akses internet secara menyeluruh. "IT ini akan menjadi sangat penting kedepan," tukasnya.

Penulis: Joni Abdul Kasir