BKKBN Soialisasikan Program KKBPK di Kabupaten Solok, Betti Shadiq: Kesehatan dan Pendidikan Tolak Ukur Kemajuan Bangsa

Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue saat mengahadiri sosialisasi program KKBPK yang digelar BKKBN di Kota Padang, Senin, 8 April 2019.
Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue saat mengahadiri sosialisasi program KKBPK yang digelar BKKBN di Kota Padang, Senin, 8 April 2019. (ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana ( BKKBN ) terus melakukan Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Bersama Mitra di Sumatera Barat.

Setelah di Kota Padang, kali ini lembaga pengendalian jumlah penduduk itu menggelar sosialisasi serupa di Nagari Bukit Kandung, Kecamatan X Koto Diateh, Kabupaten Solok pada Rabu, 10 April 2019 kemarin.

baca juga: Junimart Girsang: Penyelesaian Konflik Tanah Harus Perhitungkan Aspek Hukum dan Non Hukum

Dalam sosialisasi dengan tema "Merencanakan Keluarga Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak" itu, turut hadir anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigeu, dan Kabid Keluarga Sejahtera Pembangunan Keluarga (KS/PK) BKKBN Sumbar, Mardalena.

Kemudian, juga hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Solok , Yuheldi, Walinagari Bukit Kandung, Arizon, dan ratusan masyarakat daerah setempat.

baca juga: Optimis "Overcrowding" Lapas Dapat Diselesaikan, Komisi III DPR Sebut Ini Penyebabnya

Betti Shadiq dalam sambutannya mengatakan bahwa sosialisasi program KKBPK ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Indonesia melalui BKKBN untuk memastikan masyarakat Indonesia, terutama ibu-ibu, terjamin kesehatannya, termasuk anak-anaknya.

Di samping itu, sosialisasi ini juga bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia, baik kesehatan maupun tingkat pendidikannya, karena pendidikan dan kesehatan merupakan sebuah tolak ukur utama kemajuan bangsa Indonesia secara ekonomi dan SDM.

baca juga: Kunjungi Korban Sodomi, Bupati Solok Minta Polisi Usut Tuntas

Oleh sebab itu, katanya melanjutkan, melalui sosialisasi program KKBPK, Ia pun berharap agar masyarakat Bukit Kandung, dan Kabupaten Solok pada umumnya, harus menekankan bahwa pendidikan dan kesehatan sebuah hal yang peting dalam kehidupan.

"Sehat itu bukan hanya dari fisik saja, tapi juga sehat secara ekonomi dan mental. Jika ini terwujud, maka ekonomi bangsa Indonesia akan maju," kata mantan Ketua TP.PKK Kabupaten Tanah Datar itu saat menghadiri sosialisasi program KKBPK, Rabu.

baca juga: Kasus Covid Melonjak, Said Abdullah: Perlu Pelibatan TNI dan Polri

BKKBN , lanjutnya, mempunyai berbagai program dalam hal meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta pendidikan. Salah satunya, program KKBPK. Melalui program ini, BKKBN mengajak masyarakat untuk merencakan masa depan yang lebih baik untuk anak-anaknya.

Seperti dua anak cukup yang selama ini selalu menjadi moto dari BKKBN . Kata Betti, dengan dua anak cukup, maka pendidikan dan kesehatan anak dapat ditingkatkan, dan orangtua tidak akan kesulitan dalam mewujudkan masa depan yang baik untuk anak-anaknya.

Namun di samping itu, dia juga mengingatkan bahwa orangtua harus menjaga jarak kelahiran anaknya dengan mengedepankan masa 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak anak masih dalam kandungan, sampai berusia dua tahun.

"Selama masa ini, orangtua harus memberikan gizi yang baik terhadap anaknya, sehingga anak-anak kita menjadi anak yang sehat, serta tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang berkualitas di masa yang akan datang," ujarnya.

Sementara itu, Kabid KS/PK BKKBN Sumbar, Mardalena mengatakan, di samping mengendalikan jumlah penduduk, BKKBN juga bertanggungjawab dalam meningkatkan kualitas SDM generasi penerus di masa yang akan datang dengan mengedukasi keluarga.

"Edukasi itu diberikan, agar keluarga senantiasa terus meningkatkan pendidikan dan kesehatannya. Dan dalam hal ini, BKKBN juga bekerjasama dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Kesehatan dan Komisi IX DPR RI sebagai mitra kerja BKKBN ," katanya.(*)

Penulis: Riki