BKKBN Sosialisasikan Program KKBPK di Batipuah Selatan

Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue saat mengahadiri sosialisasi program KKBPK yang digelar BKKBN di Batipuah selatan, kabupaten Tanah Datar, Jumat 12 April 2019.
Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue saat mengahadiri sosialisasi program KKBPK yang digelar BKKBN di Batipuah selatan, kabupaten Tanah Datar, Jumat 12 April 2019. (Ist)

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF - Anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigue, meminta agar masyarakat mengaplikasikan program Keluarga Berencana (KB) dalam kehidupannya, supaya upaya Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sejahtera dapat tercapai.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi Advokasi KIE Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga ( KKBPK ) Bersama Mitra, di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Jumat, 12 April 2019.

baca juga: Junimart Girsang: Penyelesaian Konflik Tanah Harus Perhitungkan Aspek Hukum dan Non Hukum

Sosialisasi yang dihadiri ratusan warga Sumpur itu, merupakan bagian dari agenda BKKBN yang digelar di 18 kabupaten dan kota di Sumbar. Dalam sosialisasi tersebut, hadir Kabid Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB/KS) BKKBN Sumbar, Madalena

Kemudian, juga hadir Kabid PPKB Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan KB, Kabupaten Tanah Datar, Irdayani, Camat Batipuh Selatan, Yetiwal, dan ratusan warga Kecamatan Batipuh Selatan.

baca juga: Optimis "Overcrowding" Lapas Dapat Diselesaikan, Komisi III DPR Sebut Ini Penyebabnya

Untuk memeriahkan sosialiasi, panitia juga menyediakan berbagai games-games menarik dengan hadiah utama sepeda, dan hadiah lainnya seperti seperti TV LED, kompor gas, magic com, dispenser, dan berbagai hadiah unik lainnya.

Lebih lanjut Betti Shadiq menyampaikan bahwa program KB disebut dapat mewujudkan Indonesia sejahtera, karena dengan berKB, maka keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan masyarakat dapat merencakan kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya, baik pendidikan maupun kesehatannya.

baca juga: Kasus Covid Melonjak, Said Abdullah: Perlu Pelibatan TNI dan Polri

Namun begitu, mantan Ketua TP.PKK Tanah Datar itu menekankan bahwa dalam mengaplikasikan program KB, harus mengedepankan moto BKKBN , yaitu dua anak cukup dan mengatur jarak kelahiran dengan mengedepankan program 1000 hari pertama kehidupan.

"Moto dua anak cukup perlu dikedepankan, supaya orangtua bisa memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya, baik pendidikan termasuk kesehatan anaknya. Begitu juga dengan mengatur jarak kelahiran dengan mengedepankan 1000 hari pertama kehidupan," ujarnya.

baca juga: Revisi UU ITE, DPR Sebut Tunggu Draf Dari Pemerintah

1000 hari pertama kehidupan itu, katanya melanjutkan, dimulai sejak anak masih dalam kandungan sampai berusia 2 tahun. Selama masa ini, kebutuhan gizi anak dalam kandungan sampai berusia 2 tahun harus cukup. Kalau tidak, maka berisiko stunting.

"Anak stunting rata-rata memiliki imunitas lebih buruk dibandingkan dengan anak sebayanya dengan pertumbuhan normal. Stunting ini adalah masalah gizi kronis yang dapat menggangu pertumbuhan hingga menyebabkan tinggi seorang anak jadi lebih rendah atau pendek dari standar," bebernya.

"Selain itu, anak yang stunting akan sulit berprestasi, dan tentunya akan berdampak kepada kemajuan bangsa Indonesia," imbuhnya.

Kabid KB/KS BKKBN Sumbar, Madalena menyebut sosialisasi program KKBPK ini bertujuan agar masyarakatnya semakin paham tujuan dari berKb, dan apa manfaatnya untuk keluarga maupun bangsa dan Negara Indonesia.

Program KKBPK ini, katanya, juga diarahkan untuk mendukung Nawa Cita yang ke-5, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui komitmen BKKBN untuk menjadi lembaga yang andal dan dipercaya dalam mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas,"

"Selain itu, program KKBPK ini merupakan bagian dari mendukung program Nawa Cita yang ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa," ujarnya.

Sementara itu, Kabid PPKB Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan KB Tanah Datar, Irdayani, mengaku bahwa pihaknya siap mendukung program KKBPK di Tanah Datar. p mendukung program KKBPK ini di Tanah Datar," ujarnya.(*)

Penulis: Riki