Tol Padang-Pekanbaru, Warga Pertahankan Tanah Hingga Titik Darah Penghabisan

Kerangka tol Padang-Pekanbaru
Kerangka tol Padang-Pekanbaru (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF - Warga Kabupaten Padang Pariaman, khususnya Sicincin dan Sungai Abang Lubuk Alung menegaskan, akan menjaga tanah mereka hingga titik darah penghabisan jika pemerintah tetap ngotot melanjutkan jalan tol Padang-Pekanbaru.

"Kami akan lawan jika pemerintah tetap ngotot. Kami akan pertahankan hak kami," ujar tokoh masyarakat Sicincin Alwi Datuak Majo Garang, Selasa, 23 April 2019.

baca juga: Irwan Prayitno : Tol Padang - Pekanbaru Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar

Menurutnya, jika pemerintah sudah tidak berpihak kepada masyarakat disitulah perlawanan akan dimulai. Mereka mengaku tidak takut dengan kesewenang - wenangan dan penindasan, apalagi dalam mempertahankan hak mereka.

"Jika pemerintah tidak lagi berpihak kepada rakyat, jika sikaya sudah sewenang - wenang terhadap simiskin dan sipintar mengelabui sibodoh maka hancurlah negeri ini," terangnya.

baca juga: Wagub Nasrul Abit Apresiasi PNM sebagai Penyelamat UMK Ditengah Pandemi COVID-19

Dijelaskannya, sebanyak 246 Kartu Keluarga (KK) warga masuk dalam trase jalan tol Padang-Pekanbaru. Kemudian lahan produktif dan tanah ulayat serta fasilitas umum akan habis jika tol dilanjutkan.

"Kami menolak dan minta trase jalan diganti kearah timur jalan lingkar, disana tidak ada pemukiman dan lahan kosong," katanya.

baca juga: Telah Dibuka, Tol Desari Seksi II Brigif-Sawangan Gratis 2 Minggu

Sementara Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan, pembangunan infrastruktur dari pemerintah tidak akan mensengsarakan masyarakat. Justru, pembangunan untuk masyarakat.

"Kami sudah rangkum keluhan masyarakat dan akan disampaikan ke pusat dalam hal ini Kementerian PUPR untuk mengganti trase jalan," katanya. (*)

baca juga: Masa Pandemi COVID-19, Pembangunan Tol Padang - Pekanbaru Tetap Lanjut

Penulis: Joni Abdul Kasir