Dampak Kemarau di Limapuluh Kota Melebar ke Objek Wisata

Suasana di Objek Wisata Kapalo Banda Taram di Kecamatan Harau, Rabu (13/07/2016)
Suasana di Objek Wisata Kapalo Banda Taram di Kecamatan Harau, Rabu (13/07/2016) (Ade Suhendra/KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF - Musim kemarau di Kabupaten Limapuluh Kota -Sumbar tidak hanya berdampak pada areal pertanian warga yang mengalami kekeringan, tapi sejumlah objek wisata di Kabupaten Limapuluh Kota juga mengalami dampak yang tak jauh berbeda.

Seperti halnya di Objek Wisata Kapalo Banda Taram di Kecamatan Harau, akibat musim kemarau berkepanjangan, air sungai di objek wisata ini menyusut drastis hingga beberapa sentimeter.

baca juga: Menparekraf RI Sandiaga Uno Sambangi Desa Wisata Kreatif Saribu Rumah Gonjong di Lima Puluh Kota

Jika biasanya para pengunjung di tempat ini bisa bermain rakit bambu di sungai tersebut, kini aktivitas itu tidak bisa dilihat lagi dan telah berubah menjadi arena permainan anak-anak. Dari pantauan klikpositif pada Rabu 13 Juli 2016, sejumlah anak-anak tampak asyik bermain air menggunakan benen karet. Memang, hanya itu yang bisa dilakukan pengunjung saat ini, selain menikmati keindahan panorama alam di sekitar sana.

Salah seorang pedagang di lokasi Kapalo Banda mengatakan, rendahnya curah hujan membuat aliran air menjadi kurang deras, sehingga ikon Kapalo Banda yang dikenal dengan air sungai deras berjenjang tidak terlihat dan hanya menyisakan batu kerikil yang terhampar di lantai sungai. Ia memprediksi, jika dalam tiga hari ke depan tidak turun hujan, kemungkinan besar air yang tersisa saat ini akan kering dan habis.

baca juga: Peduli Sesama, Pemuda Talago Guguk Lima Puluh Kota Berbagi Takjil Gratis

Musim kemarau di Limapuluh Kota ini terjadi lebih sebulan yang lalu. Beberapa hari terakhir pernah diguyur hujan, tapi intensitasnya antara ringan dan sedang, itupun tidak berdurasi lama. (Ade Suhendra)

Penulis: Iwan R