Jauh di Dalam Bumi, Ternyata Ada Pegunungan Raksasa Melebihi Everest

ilustrasi gunung di dalam air
ilustrasi gunung di dalam air (net)

KLIKPOSITIF -- Jika manusia merasa sudah 100 persen mengenal Bumi , maka mereka salah besar. Jauh di dalam Bumi , ilmuwan menemukan gumpalan aneh dan gunung raksasa yang lebih tinggi dari Gunung Everest. Ilmu yang bisa dicapai manusia untuk bisa menembus Bumi diketahui hanya mencapai 0,2 persen saja.

Lubang terdalam yang pernah dibor oleh manusia di Arktik Rusia diketahui hanya mencapai 0,2 persen dari inti Bumi . Bahkan peta ilmiah terbaik pun tidak terlihat jauh lebih baik daripada kartun teks di bangku sekolah yang memperlihatkan lapisan luar, inti bagian dalam dan lapisan mantel Bumi .

baca juga: Baru Ditemukan, Asteroid Ini Nyaris Tabrak Bumi Selasa Kemarin

Tapi keterbatasan itu sudah berhasil dijangkau lebih dalam lagi oleh para peneliti ini. Seorang peneliti seperti Barbara Romanowicz dari University of California berhasil memindai lebih jauh bagian dalam planet Bumi . Ia dibantu dengan beberapa peneliti internasional untuk memecahkan misteri di dalam Bumi .

Penelitian mereka telah dipublikasikan di dalam jurnal Science pada Februari 2019. Mereka menggunakan gelombang seismik (gempa Bumi ) untuk memindai bagian dalam planet kita. Itu seperti halnya para dokter yang menggunakan ultrasound untuk mengintip ke dalam tubuh pasien.

baca juga: Buat Pelajar Sumbar, Yuk Ikuti Lomba Foto dan Menggambar Sains PP-IPTEK

Ilmuwan menemukan bahwa lapisan Bumi seperti ''onion layer'' atau lapisan bawang. Lapisan tersebut mempunyai transisi 402 hingga 660 kilometer ke bawah Bumi . Pada tingkat 660 kilometer ke bawah, ilmuwan mengidentifikasi jajaran pegunungan di dalam Bumi yang luar biasa.

Bahkan puncaknya kemungkinan lebih tinggi dari Gunung Everest. "Baru-baru ini, kami telah menemukan perubahan lain pada kedalaman sekitar 1000 kilometer," kata Romanowicz dikutip dari NBC News.

baca juga: Ratusan Ilmuwan Sebut WHO Juga Perlu Perhatikan Transmisi Aerosol Virus Corona Melalui Udara

Lapisan-lapisan super besar itu terbelah oleh gumpalan (blobs) batu panas. Peneliti menemukan gumpalan aneh (blobs) di bawah Afrika dan satunya lagi di bawah Samudra Pasifik. Menurut penelitian terbaru yang terpisah dari penelitian ini, gumpalan tersebut berhubungan dengan letusan super vulkanik.

Gumpalan Afrika dan bulu mantel Bumi di bawah Pulau Reunion (Sebelah timur Madgaskar) pernah berkontribusi dalam letusan besar 67 juta tahun lalu yang diprediksi ikut memusnahkan dinosaurus.

baca juga: Ilmuwan Temukan Kawah Vulkanik di Bulan Terbesar Saturnus

Peneliti masih akan mendalami bentuk gumpalan dan beberapa struktur yang masih belum dipahami. Penemuan gunung raksasa di bawah permukaan Bumi dan gumpalan aneh ini bagi ahli geodinamika sebagai revolusi total penelitian. (*)

sumber: HiTekno

Penulis: Agusmanto