Mulai Naik, Gubernur Minta TPID Sumbar Kendalikan Harga Menjelang Ramadhan

Aktivitas perdagangan bahan pokok di Pasar Raya Padang
Aktivitas perdagangan bahan pokok di Pasar Raya Padang (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diharapkan mampu mengendalikan harga menjelang dan memasuki lebaran Idul Fitri 1440 Hijrah yang tinggal hitungan hari.

Saat ini beberapa komoditas bahan pokok mulai mengalami kenaikan seperti harga bawang putih melonjak tajam hingga mencapai 50 ribu perkilogram.

baca juga: Libur Lebaran, Pengunjung Pantai Padang Terpantau Membludak

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, menjelang dan saat Ramadhan kebutuhan bahan pokok dan komiditi lainnya akan meningkat, untuk itu, perlu upaya menjaga ketersedian barang tersebut, begitu juga dengan menjaga stabilitas harganya.

“Bahan pokok seperti cabai, bawang merah, bawang putih, telur, daging, daging ayam menjadi penyumbang inflasi, terutama dikomoditi cabe dan bawang merah," ujarnya, Sabtu, 27 April 2019.

baca juga: Tahun Ini, Jokowi Beli Sapi Rp90 Juta dari Peternak di Sedayu Untuk Idul Adha

Walaupun secara umum perhitungan inflasi Sungai cukup stabil, mulai dari kesediaan pasokan bahan pangan strategis, kelancaran distribusi dan kenaikan tarif angkutan penumpang.

Namun harus dilakukan persiapan dan langkah untuk pengendalian inflasi diantaranya efesiensi sistem perdagangan, pengendalian harga dan stok bahan pangan strategis untuk bulan ramadhan, menggelar pasar murah pangan di sejumlah titik, serta Inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah pasar.

baca juga: Ingat, Ini Panduan Pemotongan Hewan Kurban di Tengah Pandemi COVID-19

Kemudian melakukan sidak ke jaringan distribusi barang untuk mengantisipasi adanya penimbunan barang, terutama bahan makanan pokok dan distribusi BBM dan LPG.

“Untuk itu, semua pihak dapat saling bekerjasama dalam pengawasan distribusi barang dan memantau harga barang dengan instansi terkait," sebutnya.

baca juga: 49 Warga Binaan LPKA Tanjung Pati Dapatkan Remisi Saat Lebaran

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Wahyu Purnama dalam paparannya menyampaikan, realisasi inflasi Sumbar hingga bulan Maret 2019 mencapai 0,02 persen (ytd), berada di bawah laju insflasi Sumatera 0,04 (ytd). Dengan laju inflasi tersebut Sumbar menduduki posisi terendah ke lima di kawasan Sumatera.

Jika dibandingkan tahun lalu, inflasi Sumbar pada periode Ramadhan dan Idul Fitri cenderung berada di atas laju inflasi nasional yaitu berada di atas 1 persen (mtm).

Berdasarkan tiga tahun terakhir (2016-2018) tekanan inflasi Sumbar pada Idul Fitri selain disebabkan oleh gejolak harga bahan pangan strategi (cabe, bawang merah, daging ayam ras dan jengkol) disebabkan oleh kenaikan tarif angkutan udara dan angkutan kota.

Dia mengatakan, permintaan bahan pokok dan barang strategis lainnya akan meningkat menjelang lebaran . Menurutnya, hal ini harus diantisipasi dengan memastikan pasokan bahan pokok dan distribusinya berjalan dengan baik.

“Ramadan tidak lama lagi, kita perlu antisipasi karena secara hukum ekonomi akan berlaku jika permintaan banyak, harga pasti naik," tuturnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir