Tujuh Petugas Panwaslu Pessel Jatuh Sakit Selama Mengawal Pemilu

Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Erman Wadison
Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Erman Wadison (Klikpositif/Kiki Julnasri)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mencatat sebanyak tujuh orang petugasnya jatuh sakit selama mengawal proses Pemilu 2019, sejak pemungutan suara di TPS hingga rekapitulasi di kecamatan.

Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Erman Wadison mengatakan, dari jumlah yang jatuh sakit tersebut diantaranya, satu dari pengawas TPS, satu staf sekretariat Panwascam dan lima orang petugas Panwascam dari ketua hingga anggota pada kecamatan berbeda.

baca juga: Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Pessel, Rusma Yul Anwar-Rudi Hariansyah: Lambang Kemakmuran

"Ketujuh orang petugas kita ini jatuh sakit saat menjalani tugas. Dan saat ini masih ada yang menjalani perawatan secara medis," kata Erman Wadison saat dikonfirmasi KLIKPOSITIF , Minggu 28 April 2019.

Ia menjelaskan, sejumlah petugas yang mengalami insiden sakit saat mengawal proses Pemilu 2019 tersebut memiliki kronologis yang berbeda, mulai dari faktor kelelahan hingga kecelakaan saat menjalani tugas.

baca juga: Hari Ini, Pasien COVID-19 di Pessel Bertambah 33 Orang

"Satunya PTPS 05 Koto Nan Tigo, kecelakaan saat mengantarkan From A dan dokumentasi C1 ke Kantor Panwascam Sutera. Dan lain karena kelelahan dalam mengawasi proses rekapitulasi penghitungan surat suara di kecamatan," katanya.

Erman mengatakan sebagai bentuk perhatian, Bawaslu Pesisir Selatan tengah mengupayakan santunan kepada anggota yang jatuh sakit. Sebab, mereka tercatat sebagai petugas yang telah berjuang dalam penyelenggaran pemilu.

baca juga: Ini Nomor Urut Paslon Pilkada 2020 di Pessel

"Dan ini kami serahkan kepada sekretariat. Semoga mereka bisa mendapatkan satunan setimpal sesuai dengan tugas yang telah dilakukan," ujarnya.

Kiki Julnasri

baca juga: Akibat Curah Hujan, Jalan Penghubung Salido Sari Bulan dan Koto Rawang Terkikis Aliran Sungai

Penulis: Ramadhani