Bawa Satu Kilogram Sabu, Seorang IRT Dibekuk Ditres Narkoba Polda Sumbar

konferensi pers di Polda Sumbar, Senin 29 April 2019 mengatakan bahwa tersangka merupakan pengedar di daerah Sumatera Barat.
konferensi pers di Polda Sumbar, Senin 29 April 2019 mengatakan bahwa tersangka merupakan pengedar di daerah Sumatera Barat. (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPLSITIF -- Seorang ibu rumah tangga dibekuk tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar di Jalan Lintas Padang-Bukittinggi tepatnya di daerah Pasa Hilia, Pasar Usang Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman pada Rabu 24 April 2019.

Ibu rumah tangga (IRT) yang diketahui berinisial N (45) itu dibekuk karena akan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak kurang lebih satu kilogram.

baca juga: Ternyata Tak Perlu Sertifikat Vaksin untuk Urus Dokumen Kependudukan

Ditres Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Makmun saat konferensi pers di Polda Sumbar, Senin 29 April 2019 mengatakan bahwa tersangka merupakan pengedar di daerah Sumatera Barat.

"Awalnya kami mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang membawa narkotika jenis sabu sebanyak satu kilogram," uharnya.

baca juga: Pemerintah Tetapkan Standar Kelulusan CPNS 2021, Ini Info Lengkapnya

Setelah mendapatkan informasi, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan menemukan tersangka di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Saat kami mengamankan tersangka ia sempat tidak mengakui perbuatannya dan kami langsung melakukan penggeledahan," sambungnya.

baca juga: RS Hampir Penuh, Luhut Minta Pemda DIY Tingkatkan Kapasitas Tempat Tidur

Setelah mendapatkan barang bukti, pihaknya langsung melakukan penggeledahan terhadap bandar narkoba yang merupakan pemilik barang bukti tersebut.

"Dari pengakuan tersangka N, ia mendapatkan dari tersangka H dengan upah antar sebanyak Rp5 juta," sambungnya.

baca juga: Kebijakan PSBB Hingga PPKM Tidak Akan Efektif Tanpa Testing dan Tracing yang Masif

Setelah itu, pihaknya langsung melakukan pengembangan terhadap tersangka dengan inisial H di rumahnya di Tangkerang Tengah, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Saat kami melakukan pengembangan, kami kesulitan mencari tahu lokasi tersangka dan akhirnya kami temukan di rumahnya," lanjutnya.

Saat pihaknya melakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolda Sumbar.

"Kedua tersangka diancam dengan pasal 112 Jo 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati," tutupnya. [Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri