Demokrat Ingatkan BPN Tak Ikuti Saran Ijtima Ulama III

Ijtima Ulama III
Ijtima Ulama III (net)

KLIKPOSITIF -- Ijtima Ulama III menyarankan agar Badan Pemenangan Nasional ( BPN ) Prabowo-Sandiaga untuk meminta kepada KPU menghentikan proses penghitungan suara atau real count.

Menanggapi hal itu, Partai Demokrat menyarankan agar Capres Prabowo Subianto untuk tidak mengikuti saran tersebut. Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik menyampaikan pendapatnya melalui akun Twitter @RachlanNashidik pada Kamis (2/5).

baca juga: PKS Yakin Jokowi Tidak Ingin 3 Periode, Tapi..

Menurutnya, Prabowo tidak perlu menuruti saran dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang diteruskan oleh panitia Ijtima Ulama .

"Ini adalah pendapat. Dan setiap warga negara tanpa kecuali berhak atas kebebasan berpendapat. Pak Prabowo tak perlu menganggap ini 'titah' yang harus dilaksanakan, apalagi tanpa berkonsultasi dengan anggota koalisi," ujar Rachland.

baca juga: Merasa Namanya Dicatut, Waketum Gerindra Polisikan Ketua KNPI

" Demokrat mengingatkan," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan, kalau Rizieq Shibab menginginkan agar KPU berhenti menayangkan proses real count.

baca juga: Asrinaldi: Andre Rosiade Ambil Peran dalam Pembangunan Sumbar

Habib Rizieq pun menyarankan BPN untuk bergerak meminta KPU menghentikan real count. "Jadi habib (Rizieq Shihab) menyarankan agar BPN segara ke Bawaslu dan kita kawal ke KPU, agar BPN itu menghentikan real count."

"Agar tidak membentuk opini yang jelek di masyarakat, yang akhirnya membingungkan masyarakat, itu yang jadi bahaya," ujar Yusuf di Hotel Lor In, Sentul, Bogor. (*)

baca juga: Partai Ummat Optimis Capai Dua Digit Suara Pemilu Mendatang

sumber: Suara.com

Penulis: Agusmanto