Pemprov Sumbar Akan Salurkan Randang untuk Korban Bencana Bengkulu

Pengumpulan Randang di Kantor BPBD Sumbar
Pengumpulan Randang di Kantor BPBD Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kalau tidak ada arang melintang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar), Sabtu (4/5) akan menyerahkan bantuan randang kepada korban terdampak bencana banjir dan longsor di Bengkulu.

Besok (3/5) randang akan diantarkan terlebih dahulu oleh rombongan dari Pemprov Sumbar melalui jalur darat dari Kota Padang. 

baca juga: Video Tanam Mangrove Serentak di Sumbar Ditontonkan ke Presiden Jokowi

"Iya, kita akan langsung menyalurkan randang , Sabtu pagi ke posko pengungsian dan kerumah masyarakat, Pak Wagub akan langsung memimpin tim rombongan ke Bengkulu," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur, Kamis, 2 Mai 2019. 

Menurutnya, Sabtu baru dapat diserahkan kepada masyarakat mengingat jarak tempuh ke lokasi bencanan memakan waktu perjalanan lebih kurang 15 jam dari Padang.

baca juga: Kasus Meningkat, Wagub: Keluar Masuk Sumbar Harus Kantongi Surat Aman COVID-19

"Saat ini kita masih dalam proses pengumpulan randang di BPBD Sumbar hingga pukul 8 malam. Dan, dari data kita hingga pukuk 3 sore sudah terkumpul 836 Kg. Kita harap hingga batas waktu pengumpulan bisa capai 1 ton randang ," katanya.

Sebelumnya, setelah Gubernur Irwan Prayitno menginstruksi untuk mengumpulkan randang , BPBD bergerak cepat dalam pengumpulan randang dan menjadikan kantor BPBD Sumbar sebagai tempat sementara pengumpulan. 

baca juga: Tempat Kerja Jadi Klaster Baru di Sumbar, Gubernur: ASN dari Luar Daerah Wajib Swab

"Kita ingin penyaluran randang ini segera disalurkan agar dapat memenuhi logistik masyarakat terdampak bencana di Bengkulu," ulasnya.

Bantuan berupa rendang ini juga pernah dilakukan Sumbar untuk korban gempa Aceh, gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, gempa NTB dan tsunami Selat Sunda di Lampung dan Banten.

baca juga: Pastikan Randang Payakumbuh Steril, BPOM Berikan Pelatihan untuk Pelaku UMKM

Sebelumnya, Pemprov Bengkulu, menaikan status tanggap darurat akibat banjir dan longsor yang melanda daerah itu selama tujuh hari terhitung sejak Sabtu 27 April 2019 hingga Sabtu 4 Mei 2019. 

Sembilan daerah yang menaikkan status tanggap darurat yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong dan Kabupaten Bengkulu Utara. (*) 

Penulis: Joni Abdul Kasir