Anies Jamin Tak Ada Ormas yang Sweeping Tanpa Izin Selama Ramadan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Suara.com/Tio)

KLIKPOSITIF  -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan selama bulan puasa ramadan tahun ini tidak akan ada organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan razia atau sweeping tanpa izin.

Anies berani menjamin tidak ada ormas yang bertindak seperti itu karena berkaca pada pengalaman tahun lalu.

baca juga: Anies Baswedan: Uang Denda PSBB Terkumpul Rp1,44 Miliar Sejak 30 April

"Tahun lalu ada enggak? Enggak ada, Insya Allah enggak ada juga tahun ini," kata Anies di Balai Kota yang dikutip dari suara.com, media jaringan KLIKPOSITIF .com.

Sebelumnya, Pemprov DKI melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta juga sudah mengeluarkan surat edaran nomor 162/SE/2019 tentang waktu penyelenggaraan industri pariwisata selama Ramadan.

baca juga: Pembukaan Monas Masih Tunggu Instruksi Gubernur Anies

Surat itu menginstruksikan kepada seluruh usaha diskotik, mandi uap, rumah pijat, arena ketangkasan manual, mekanik atau elektronik untuk orang dewasa, wajib tutup satu hari sebelum Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri dan satu hari setelahnya.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga meminta ormas untuk menahan diri agar tidak melakukan razia tanpa pendampingan dari aparat penegak hukum dan cenderung main hakim sendiri selama bulan suci Ramadan 1440 Hijriah.

baca juga: Wagub DKI Minta Pasien Sembuh Corona Mau Menyumbangkan Plasma Darahnya

"Menurut saya, kaitannya dengan sweeping atau tidak, ada baiknya untuk semua kita mampu menahan diri. Bulan Ramadan adalah bulan di mana setiap kita diberikan kesempatan untuk melatih diri dan mengendalikan hawa nafsu kita masing-masing," tutur Lukman di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019).

Menag menyarankan ormas maupun masyarakat dapat berkoordinasi dengan pihak keamanan, jika menemukan unsur-unsur yang dinilai menodai kesucian bulan Ramadan. (*)

baca juga: Anies Baswedan Berikan Insentif Khusus ke Petugas Medis yang Tangani Corona

Penulis: Iwan R