Nasrul Abit : Sumbar Bangga Jika Tol Padang-Pekanbaru Terlaksana

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit didampingi Walikota Pariaman Genius Umar menyerahkan bantuan Rp20 juta kepada pengurus Masjid Raya Kampung Baru, Jumat malam (10/5)
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit didampingi Walikota Pariaman Genius Umar menyerahkan bantuan Rp20 juta kepada pengurus Masjid Raya Kampung Baru, Jumat malam (10/5) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PARIAMAN, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengatakan, masyarakat Sumbar patut bangga jika tol Padang-Pekanbaru terlaksana. Pasalnya jalan bebas hambatan itu akan menjadi yang pertama di daerah itu.

"Masyarakat harus bangga jika tol ini terlaksana, ini akan menjadi yang pertama di Sumbar," ujarnya saat safari Ramadan di Masjid Raya Kampung Baru, Kota Pariaman, Jumat malam (10/5).

baca juga: Irwan Prayitno : Tol Padang - Pekanbaru Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar

Namun begitu bukan berarti pembangunan tol Padang-Pekanbaru tidak berpihak kepada masyarakat sekitar. Menurutnya terdapat berbagai penolakan dari masyarakat karena trase jalan mengenai rumah, pasilitas untuk, lahan dan sawah produktif.

"Sebanyak 246 rumah masyarakat yang terdampak tol Padang-Pekanbaru. Kami adakan rapat dengan masyarakat mereka minta trase digeser," jelas Nasrul Abit.

baca juga: Tol Pekanbaru -- Dumai Segera Beroperasi, Tingkatkan Konektivitas Kawasan Industri di Provinsi Riau

Dampak yang beda kepada kehidupan masyarakat tersebut akan berpotensi terjadi masalah sosial yang besar jika tetap dilanjutkan.

"Kami sudah sampai kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR untuk menggeser trase," katanya.

baca juga: Masa Pandemi COVID-19, Pembangunan Tol Padang - Pekanbaru Tetap Lanjut

Dilanjutkannya, masyarakat Lubuk Alung dan Sicincin minta trase digeser ke jalan lingkar yang jauh dari pemukiman dan lahan kosong.

"Jalan terbaik geser trase, sebab masyarakat tidak ingin dirugikan dari pembangunan dan kita dari pemerintah juga tidak ingin merugikan masyarakat dalam pembangunan," tukasnya.

baca juga: Tol Padang-Pekanbaru, WALHI Sumbar dan Masyarakat Ingin Audiensi dengan Bupati Limapuluh Kota

Sebelumnya tokoh masyarakat Sicincin Alwi Datuak Majo Garang menegaskan, masyarakat menolak trase yang ada saat ini. Pasalnya trase melewati lahan masyarakat yang produktif, bukan itu saja, lahan tersebut juga merupakan tanah ulayat.

"Tidak hanya itu, fasilitas umum dan perumahan masyarakat juga masuk dalam trase," ujarnya.

Menurutnya, walaupun menolak trase namun masyarakat memberikan jalan keluar dengan pemindahan trase ke arah timur jalan lingkar.

"Ke arah timur jalan lingkar, disana lahan kosong dan tidak akan berdampak kepada kehidupan kami," katanya.

Untuk diketahui, pembangunan tol sempat terhenti selama satu tahun. Namun awal 2019 u pengerjaan mulai berjalan, PT. Hutama Karya sebagai pelaksana telah membuat kerangka  tol Padang-Pekanbaru pada titik tanah yang sudah bebas. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir